Belum Eksekusi Bupati Pesisir Selatan yang Kasasi Ditolak, Ini Kata Kejari

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 22:47 WIB
Sejumlah warga Pesisir Selatan mendatangi Kejari Pesisir Selatan mengantarkan petisi berisi dukungan kepada Bupati Rusma Yul Anwar (Jeka Kampai/detikcom)
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pesisir Selatan, Donna Rumiris Sitorus (tengah). (Jeka Kampai/detikcom)
Pesisir Selatan -

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, dalam perkara pidana khusus lingkungan. Rusma dijatuhi pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan, sekaligus diperintahkan agar ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pesisir Selatan, Donna Rumiris Sitorus, mengaku sudah menerima petikan putusan tersebut. Namun hingga saat ini eksekusi belum bisa dilakukan.

"Memang, kami sudah menerima petikan putusannya dan eksekusi belum dilakukan. Petikannya sudah kami terima tanggal 12 Maret. Kami masih menunggu petunjuk pimpinan," kata Donna kepada wartawan setelah menerima petisi yang disampaikan ribuan warga Pesisir Selatan di kantornya, Rabu (17/3/2021).

Menurut Kajari Donna, petunjuk dari pimpinan diperlukan karena menyangkut posisi jabatan kepala daerah. "Tentunya kita harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan," katanya.

Sejumlah warga Pesisir Selatan mendatangi Kejari Pesisir Selatan mengantarkan petisi berisi dukungan kepada Bupati Rusma Yul Anwar (Jeka Kampai/detikcom)Sejumlah warga Pesisir Selatan mendatangi Kejari Pesisir Selatan mengantarkan petisi berisi dukungan kepada Bupati Rusma Yul Anwar. (Jeka Kampai/detikcom)

Di luar itu, siang tadi sejumlah warga Pesisir Selatan mendatangi Kejari Pesisir Selatan menggelar aksi sambil mengantarkan petisi berisi dukungan kepada Bupati Rusma.

Petisi tersebut juga berisi tujuh tuntutan yang antara lain menuntut MA mengabulkan segala tuntutan Rusma demi masyarakat serta meminta Kemendagri tidak memberhentikan Rusma sebagai Bupati.

Terkait petisi tersebut, pihak Kejaksaan mengaku juga akan menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan yang lebih tinggi.

"Terkait permintaan (petisi) itu kita terima. Kami akan proses dan pelajari permohonan itu. Kami akan minta petunjuk dari pimpinan. Kita sudah teruskan semua permohonan yang masuk," tambah Donna.

Putusan hukum atas Rusma Yul Anwar sendiri keluar sehari sebelum Rusma dilantik sebagai Bupati Pesisir Selatan pada 26 Februari 2021. MA menolak permohonan kasasi yang pernah diajukan sang bupati.

Perkara itu ada dalam berkas dengan Nomor Perkara 31 K/PID.SUS-LH/2021 tersebut diputus oleh hakim Hidayat Manao, Brigjen TNI Sugeng Sutrisno, dan Dr Sofyan Sitompul.

Sejumlah warga Pesisir Selatan mendatangi Kejari Pesisir Selatan mengantarkan petisi berisi dukungan kepada Bupati Rusma Yul Anwar (Jeka Kampai/detikcom)Petisi dukungan kepada Bupati Rusma Yul Anwar yang diantar ke Kejari. (Jeka Kampai/detikcom)

Sebelum mengajukan kasasi, Rusma divonis bersalah pada tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi Padang. Ia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, yaitu melakukan usaha dan kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan. Kasusnya bergulir sejak September 2019.

"Menyatakan terdakwa Drs Rusma Yul Anwar, MPd, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan usaha dan kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan," bunyi putusan MA tersebut.

Dalam perkara tersebut, Rusma dijatuhi pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan sekaligus diperintahkan agar terdakwa ditahan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan. Memerintahkan agar terdakwa ditahan," tulis catatan amar lainnya.

Rusma, yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Pesisir Selatan, maju di pilkada setempat. Ia memenangi pertarungan melawan Hendrajoni, Bupati Pesisir Selatan petahana dengan angka sangat mencolok.

Rusma Yul Anwar, yang berpasangan dengan Rudi Hariyansyah, diusung koalisi Gerindra, PAN, Perindo, Berkarya, dan PBB. Pasangan ini memperoleh 128.922 suara (57,24%), jauh di atas Bupati Petahana Hendrajoni-Hamdanus 86.074 (38,22%) dan mantan Ketua DPRD Pesisir Selatan Dedi Rahmanto Putra-Arfianof Rajab yang hanya memperoleh 10.220 (4,54%).

(jbr/jbr)