Round-Up

Ancang-ancang Jakarta Larang Ondel-ondel Dipakai untuk Ngemis Uang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 06:15 WIB
Pemprov DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan untuk mengamen. Razia pun dilakukan di kawasan Ibu Kota guna melarang ondel-ondel digunakan untuk mengemis.
Ilustrasi ondel-ondel (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Satpol PP DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan untuk mengamen. Sebab, DKI menilai ikon budaya Betawi itu hanya digunakan untuk mengemis uang.

"Ondel-ondel ini adalah warisan budaya Betawi yang harus dilestarikan, dikembangkan. Tentu kita semua kan merasa bangga apabila nilai-nilai warisan budaya Betawi ini dapat kita lestarikan, kita kembangkan, kita tinggikan. Dan itu juga sudah tertuang dalam peraturan daerah maupun peraturan gubernur, perda yang mengatur tentang pelestarian budaya Betawi, dan ondel-ondel ditetapkan sebagai salah satu ikon budaya Betawi," ujar Arifin saat dihubungi, Rabu (24/3/2021).

Pengamen ondel-ondel, kata Arifin banyak sekali ditemukan di jalan-jalan. Dia menilai pengamen ondel-ondel itu seperti mengemis.

"Saat ini kan kita bisa lihat kondisinya banyak sekali di jalan-jalan, di pinggir jalan, di permukiman, bahkan masuk ke permukiman-permukiman, ikon ondel-ondel ini dijadikan untuk mengamen. Ngamen ini sebenarnya tidak terlihat kesannya ngamen, tapi malah munculnya seperti ngemis, keliling-keliling. Kesannya seperti mengemis, hanya menggunakan ikon ondel-ondel," sambungnya.

Arifin menilai ondel-ondel yang selama ini digunakan untuk mengamen tidak bisa dinikmati nilai seninya. Sebab, para pengamen hanya meminta-minta uang.

"Kan ondel-ondelnya didorong-dorong, dua orang yang lainnya meminta-minta, tidak ada yang dimunculkan dalam bentuk seni yang mungkin bisa dinikmati oleh masyarakat," katanya.

Larangan ini, kata Arifin, adalah merespons keluhan dari masyarakat. Dia menyebut masyarakat merasa terganggu dengan kehadiran pengamen ondel-ondel.

"Ini juga merespons dari keluhan-keluhan masyarakat kita, yang melihat kemunculan daripada ondel-ondel yang begitu masif di perkampungan-perkampungan sudah mulai merasa terganggu dengan adanya penggunaan ondel-ondel. Kesannya tadi, seolah-olah ngamen tetapi sebenarnya yang terjadi meminta-minta," ucapnya.

Arifin menyebut Satpol PP akan memberikan edukasi kepada para pengamen untuk tidak menggunakan ondel-ondel sebagai sarana mengamen. Sebab, ondel-ondel merupakan ikon budaya Betawi yang harus dihargai.

"Ya tentu kita masih mengedukasi, nanti kita akan memantau di lapangan, kemudian menjangkau mereka dan memberitahukan kepada mereka untuk tidak menggunakan ikon ondel-ondel untuk menjadi sarana mengamen atau mengemis tadi. Jadi itu yang akan kita lakukan, menjangkau mereka dan menginformasikan, mengedukasikan mereka bahwa ada larangan seperti itu," katanya.

Simak juga 'Pemprov DKI Ubah Pola Tata Kota Jadi Transit Oriented Development:

[Gambas:Video 20detik]