35 Ondel-ondel hingga Manusia Silver Terjaring Razia Satpol PP di Jaktim

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 19:46 WIB
Pemprov DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan untuk mengamen. Razia pun dilakukan di kawasan Ibu Kota guna melarang ondel-ondel digunakan untuk mengemis.
Satpol PP razia pengamen ondel-ondel. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Satpol PP Jakarta Timur menggelar razia Operasi Asah Asih untuk menertibkan permasalahan kesejahteraan sosial. Setidaknya, puluhan orang yang mengamen menggunakan ondel-ondel hingga manusia silver terjaring razia.

"Jadi kita melaksanakan Operasi Asah Asih, terhadap pelanggar ketertiban umum, terutama mengenai masalah kesejahteraan sosial. Seperti biasa penegakan hukum karena banyak pengaduan ketidaknyamanan mereka ini. Di antaranya maraknya manusia silver yang banyak ditemukan di sudut jalan di lampu merah, ada yang sudah ke pemukiman. Ondel-ondel juga termasuk," kata Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian saat dimintai konfirmasi, Rabu (24/3/2021).

Budi menuturkan mereka yang terjaring razia ada sebanyak 35 orang. Jumlah tersebut merupakan laporan operasi dari tiga kecamatan dari total 10 kecamatan di Jakarta Timur.

"Kebetulan ini datanya belum masuk semua, tadi tuh baru laporan secara global aja, kita mulai jam 3 sore apel, kemudian jam 5 sore baru terlaporkan 35. 35 keseluruhan, baru 3 kecamatan yang melaporkan. Cakung, Jatinegara, dan Ciracas, 7 lain belum," tuturnya.

Dalam operasi ini ada sebanyak ratusan anggota gabungan yang ikut terlibat. Terdiri dari Satpol PP, TNI-Polri hingga Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Jumlah personel tim terpadu itu 150-an dari Pol PP, Dinas Perhubungan, TNI-Polri, Sudin Kesehatan," ujar Budhy.

Budhy menjelaskan, Operasi Asah Asih digelar karena pihaknya banyak menerima aduan terkait ondel-ondel hingga manusia silver yang keberadaannya dinilai mengganggu masyarakat. Operasi ini, kata Budhy, dilakukan di 38 titik lokasi di Jaktim.

"Karena memang keberadaannya juga sudah beberapa lama ini dianggap mengganggu ya, mengganggu jalanan untuk mengamen. Kebetulan kita ada 38 titik secara garis besar. Kita bagi, karena agak luas kita bagi tiga sektor," ucap Budhy.

"Sektor utara itu Matraman Raya, Pasar Burung, terus di daerah Pasar Gembrong, terus ada juga di sektor tengah itu Duren Sawit, Kramatjati, dan Makasar, itu di Makasar ada di jalan-jalan lingkungan. Kemudian untuk sektor selatan di sepanjang Kalan Raya Cibubur, kemudian di flyover Pasar Rebo di bawah di dekat Cipayung sekitaran Taman Mini," sambungnya.

Lebih lanjut Budhy menyampaikan, razia berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada perlawanan yang dapat membahayakan keselamatan semua pihak.

"Relatif terkendali karena juga tidak ingin mengulang kekeliruan, karena memang indikator dari keberhasilan operasi ini adalah keselamatan, keselamatan baik masyarakat, warga, dan juga terutama petugas. Kita tidak perkenankan sama sekali kejar-kejaran. Ketika menjangkau mereka melarikan diri, sudah dilepas saja, jangan dikejar takutnya membahayakan keselamatan," imbuhnya

Tonton juga Video: Warna Cantik nan Ceria, Boneka Betawi yang Jadi Ikon Jakarta

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)