Juliari Akui Dihubungi Swasta soal Vendor Bansos, Jaksa: Termasuk Ihsan Yunus?

Zunita Putri - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 21:24 WIB
Para jurnalis berebut mengambil gambar tersangka korupsi, mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2021) untuk menjalani pemeriksaan.  Juliari P Batubara diperiksa untuk kasusnya yakni dugaan menerima suap terkait pengadaan paket bantuan sosial penanganan COVID-19. Ia menyerahkan diri usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemensos, beberapa waktu lalu.
Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)

Juliari membantah itu. Dia mengaku antara dia dan Ihsan Yunus tidak pernah membicarakan vendor bansos Corona.

"Nggak pernah kita bicarakan soal itu, Pak," tegas Juliari.

Kemudian, jaksa juga mengonfirmasi tentang Ihsan Yunus yang sering berkunjung ke ruang kerja Juliari. Menurut Juliari, itu hal wajar karena dia teman satu partai.

"Oh nggak ada (kaitan bansos), dia pernah beberapa kali (datang ke ruang kerja Juliari) ya wajar, dulu pernah satu fraksi, Pak," tutur Juliari.

Dalam persidangan dua terdakwa penyuap Juliari dkk sebelumnya, jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) salah satu tersangka bansos Corona, Adi Wahyono. Terungkap sejumlah perusahaan yang disebut berafiliasi dengan sejumlah nama, salah satunya Ihsan Yunus.

"BAP 46 terkait tahap ketiga yang Saudara sudah jadi KPA-nya ini saya bacakan: Bumi Pangan Dijaya pengusulnya Iman Ikram, Ihsan Yunus, Food station (pengusul) M O Royani, PT Pertani tidak ada afiliasi, PT Tahta Jaga Internasional (pengusul) Hartono Laras, Giri Mekar Abadi rekan menteri, Andalan Persik Internasional Iman Ikram Ihsan Yunus, Maucino Hartono Laras, Bahtera Asa Kukuh dan seterusnya, termasuk Anomali Lumbung Arta. Benar?" kata jaksa diamini Adi.

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa memberi suap ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk.

Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar.

Halaman

(zap/lir)