Round-Up

Ancaman Sajam di Polemik Rumah Warga Ciledug Ditembok Masuk Penyelidikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 22:57 WIB
Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan.
Runtuhnya Tembok 2 Meter di Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (17/3) (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Handiyanti (60) sempat kesusahan karena akses keluar-masuk rumahnya ditutup tembok setinggi 2 meter yang dibangun Rully. Handiyanti juga mengaku mendapat ancaman menggunakan senjata tajam (sajam) dari Rully selaku pihak yang mengklaim pemilik tanah.

Dugaan pengancaman sajam yang dilakukan Rully dibeberkan pertama kali oleh Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana. Wisnu mengatakan Hadiyanti telah membuat laporan ke polisi usai diancam.

"Ada juga kasus pengancaman, sudah ditangani juga di Polres Metro Tangerang Kota. Sementara sedang proses," ujar Wisnu saat ditemui di Ciledug, Tangerang, Sabtu (13/3) lalu.

"Infonya secara verbal, nanti akan didalami oleh penyidiknya," imbuh dia.

Kasus di mana Handiyanti dan keluarganya harus keluar-masuk rumah dengan memanjat tembok 2 meter mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Pemkot Tangerang pun menurunkan dua eskavator untuk merobohkan tembok tersebut. Tak perlu waktu lama, eskavator mampu meratakan tembok setinggi sekitar dua meter tersebut, Rabu (17/3).

Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan.Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan. Foto: Grandyos Zafna

Di waktu di mana tembok 2 meter itu dirobohkan, Kapolres Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan Rully juga dipanggil untuk dimintai keterangan. Rully dimintai keterangan di Polres Tangerang Kota.

"Sudah, dari pihak kepolisian sudah memanggil. Hari ini harusnya Pak Rully-nya datang (untuk dimintai klarifikasi)," ujar Kombes Deonijiu De Fatima.

Deonijiu menambahkan Hadiyanti sudah melaporkan dugaan kasus pengancaman itu ke polisi. Polisi, lanjutnya, sudah meminta keterangan ke Hadiyanti dari dugaan pengancaman itu.

Dia menerangkan polisi sudah mengirimkan surat undangan ke Rully beberapa hari lalu untuk dimintai keterangan. Bila Rully tak memenuhi panggilan, Deonijiu mengatakan polisi akan mengirimkan undangan panggilan kedua.

"Iya. Kita panggil beberapa hari yang lalu sudah memberikan surat panggilan. Nah ini kalau Pak Rully nggak datang, kita melakukan pemanggilan kedua. Kalau nggak datang terpaksa kita jemput untuk mempertanggungjawabkan tindakan terhadap Ibu Hadiyanti yang ada di dalam," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.