Sempat Dicopot, James Arthur Kembali Jabat Ketua Harian Golkar Sulut

Trisno Mais - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 16:31 WIB
Michaela Elsiana Paruntu saat memenuhi undangan BK DPRD Sulut terkait dugaan perselingkuhan suaminya, James Arthur Kojongian (Trisno Mais/detikcom)
James Arthur Kojongian (Trisno Mais/detikcom)
Manado -

DPD Partai Golkar Sulut akhirnya memutuskan mengaktifkan James Arthur Kojongian sebagai Ketua Harian Golkar Sulut. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pleno Partai Golkar Sulut yang dipimpin Ketua DPD I Christiany Eugenia Paruntu (CEP). Sebelumnya, James dinonaktifkan karena viral kepergok selingkuh.

"Itu sudah mekanisme dalam partai. Sesuai rapat kita DPD, kita mengaktifkan dirinya (JAK) sebagai Ketua Harian. Jadi biarlah ini berproses," kata juru bicara DPD I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (20/3/2021).

Ketika ditanyakan terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) atas JAK, dia belum memberikan kepastian. Dia meminta agar menunggu proses yang terjadi di Partai Golkar.

"Jadi biarlah ini berproses. Kalau soal PAW, kita tunggu saja mekanisme Partai Golkar," jelasnya.

Lamaluta mengatakan, baik DPRD maupun Partai Golkar memiliki mekanisme masing-masing. Dia menjelaskan partai menghormati apa yang selama ini telah berproses di DPRD.

"Di DPRD ada mekanisme, di Partai Golkar juga ada mekanismenya. Jadi kalau DPRD sudah memutuskan seperti itu, kita hormati mekanismenya. Tapi kita ada mekanisme juga dalam Partai Golkar. Kalau proses untuk DPP, sama, kita tunggu saja seperti apa," tutupnya.


Terkait polemik itu, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen ikut buka suara. Menurut dia, pihak Golkar memiliki hak sendiri untuk memberikan tanggapan. Hanya, DPRD Sulut sudah memiliki keputusan yang mengikat semuanya.

"Kita (DPRD Sulut) secara kelembagaan memberikan keputusan yang mengikat ke dalam," tegas Silangen.

Silangen menegaskan, memang di tubuh Golkar Sulut telah memutuskan pengaktifan JAK sebagai Ketua Harian. Hanya, ada yang memiliki kewenangan lebih tinggi, yaitu DPP Partai Golkar. Menurut dia, kabar berembus DPP sudah merekomendasi untuk pengunduran diri JAK dari DPRD Sulut.

"Ada istilah, lex superior derogat legi inferior. Artinya, keputusan yang di atas itu menganulir keputusan yang di bawah. Sekarang kan kalau kita lihat bahwa pleno di Partai Golkar yang tingkat di sini (Sulut), kan tingkat pusat (DPP) merekomendasi untuk mengundurkan diri," tuturnya.

James Arthur sempat dicopot dari jabatan Ketua Harian Golkar Sulut. Dia juga sempat direkomendasikan untuk dicopot dari jabatan Wakil Ketua DPRD Sulut. Simak di halaman selanjutnya.

Simak juga 'Didukung Jadi Capres 2024, Pak Airlangga Hartarto Siap?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2