Ombudsman Sumut Bakal Panggil Dirut PDAM Tirtanadi soal Lonjakan Tagihan Air

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 22:07 WIB
Warga Medan lapor ke Ombudsman perihal tagihan air yang melonjak
Foto: Warga laporkan tagihan air melonjak ke Ombudsman Sumut (Datuk Haris Molana/detikcom)

"Mengadukan masalah bayar rekening air yang lonjaknya mengerikan, di luar kewajaran," kata Ezzi Herzia, warga Kelurahan Tanjung Gusta, Helvetia kepada wartawan di kantor Ombudsman Sumut, Jumat (12/3).

Ezzi mengatakan tagihan air melonjak sejak beberapa bulan belakangan. Padahal dia merasa penggunaan air di rumahya normal.

Menanggapi aduan Ezzi, Kepala Asisten Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Sumut, James Marihot Panggabean mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari masyarakat soal lonjakan harga tagihan PAM. Dia menilai ada ketidakwajaran perihal kenaikan tersebut.

"Saat ini kami baru saja menerima laporan masyarakat terkait keluhan lonjakan harga tagihan PAM yang dilaporkan oleh masyarakat. Jadi ada ketidakwajaran kenaikan tagihan PAM. Jadi masyarakat ini di bulan Desember dengan pemakaian 70 ribu liter itu tagihannya Rp 400 ribu. Begitu juga di bulan Januari itu 70 ribu liter itu hanya Rp 400 ribu. Dan Februari 80 ribu liter pemakaiannya Rp 500 ribu. Tiba-tiba di Maret kenaikan menjadi Rp 4, 236 juta," sebut James.

Kemudian, pihak PDAM Tirtanadi menjelaskan persoalan itu. PDAM menyebut kondisi itu terjadi karena adanya perubahan sistem.

"Yang pertama, mungkin itu betul. Karena kita merubah sistem. Sebelumnya, kita pencatatan meteran itu secara manual. Jadi sekarang ini kita kan, melalui android. Jadi, mungkin bisa aja itu terjadi kelonjakan kepada pelanggan kita, pelanggan PDAM," kata Sekretaris PDAM Tirtanadi, Humakar Ritonga, Jumat (12/3).

Humakar meminta pelanggan PDAM agar tidak panik. Para pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan bisa mengajukan permohonan ke cabang (PDAM) terkait agar dilakukan pengecekan ulang data.

"Jadi kalau terjadi pelonjakan seperti itu, tidak usah panik kali, kawan-kawan kita semuanya, kemudian kita sosialisasikan kepada tetannga, kawan, dan lainnya khususnya semua pelanggan PDAM. Boleh mengajukan permohonan terkait (lonjakan tersebut), mengajukan permohonan ke cabang terkait supaya nanti kita cek lagi kevalidan datanya, kalau memang nanti datanya itu memang wajar kita reduksi, ya kita reduksi," ujar Humakar.


(rfs/rfs)