Tagihan PDAM Melonjak Dikeluhkan Warga, Gubsu Beri Penjelasan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 15:55 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi tengah (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi tengah (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Warga Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mendatangi Ombudsman Perwakilan Sumut untuk melaporkan lonjakan tagihan PDAM Tirtanadi yang dinilai tak masuk akal. Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menjelaskan masalah yang terjadi.

Edy mengatakan ada perubahan sistem pengukuran tagihan. Dia mengatakan hal ini terjadi karena selama ini pengukuran air PDAM Tirtanadi tak jelas.

"Bukan melonjak, selama ini tak jelas, si pengukur, si pembayar ini berbeda. Ini si direkturnya (PDAM Tirtanadi) sudah laporan ke saya, sudah paparkan ke saya, dan tunggu nanti hasilnya," ucap Edy di Medan, Selasa (16/3/2021).

Edy berjanji masalah tagihan yang tak normal itu segera diatasi. Dia mengatakan tagihan warga akan kembali normal dan sesuai aturan setelah sistem yang baru berjalan baik.

"Ada yang kebanyakan, diturunkan harganya. Ada yang harus dipenuhi, terpaksalah dia naik. Nanti kalau sudah berjalan, dia normal sesuai aturan. Yakinkan, saya akan kawal," tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah warga mengeluh tagihan air melonjak. Keluhan itu disampaikan warga ke Ombudsman Perwakilan Sumut.

"Mengadukan masalah bayar rekening air yang lonjaknya mengerikan, di luar kewajaran," kata Ezzi Herzia, warga Kelurahan Tanjung Gusta, Helvetia kepada wartawan di kantor Ombudsman Sumut, Jumat (12/3).

Ezzi mengatakan tagihan air melonjak sejak beberapa bulan belakangan. Padahal dia merasa penggunaan air di rumahya normal.

"Akhir-akhir ini kami merasa juga mahal, (tagihan air-red) hampir Rp 400 ribu, Rp 500 ribu. Tapi ini (tagihan) bulan Maret sampai Rp 4,234 juta. Makanya heran kenapa, padahal pemaikaiannya biasa aja," jelas Ezzi.

Pihak PDAM Tirtanadi sudah menjelaskan terkait lonjakan itu. PDAM Tirtanadi menyebut kondisi itu terjadi karena adanya perubahan sistem.

"Yang pertama, mungkin itu betul. Karena kita mengubah sistem. Sebelumnya, kita pencatatan meteran itu secara manual. Jadi sekarang ini kita kan, melalui Android. Jadi, mungkin bisa aja itu terjadi lonjakan kepada pelanggan kita, pelanggan PDAM," kata Sekretaris PDAM Tirtanadi, Humakar Ritonga.

"Jadi kalau terjadi pelonjakan seperti itu, tidak usah panik kali, kawan-kawan kita semuanya, kemudian kita sosialisasikan kepada tetangga, kawan, dan lainnya khususnya semua pelanggan PDAM. Boleh mengajukan permohonan terkait (lonjakan tersebut), mengajukan permohonan ke cabang terkait supaya nanti kita cek lagi kevalidan datanya, kalau memang nanti datanya itu memang wajar kita reduksi, ya kita reduksi," sambungnya.

(haf/haf)