Round-Up

Kasus Pengemudi Mercy Tabrak Pesepeda Ditelisik dari Saksi Kunci

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 07:59 WIB


Wajib Beri Pertolongan ke Korban

Berkaca dari kasus pengemudi Mercy ini, pengendara tidak boleh melarikan diri setelah terlibat kecelakaan. Sebab, pengendara yang melarikan diri dapat dipidana jika tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam Pasal 231 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), diatur kewajiban pengemudi kendaraan bermotor ketika terlibat kecelakaan. Salah satunya, pengendara tersebut wajib memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan.

Pasal 231 ayat (1) :

"Pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas, wajib:
a. menghentikan kendaraan yang dikemudikannya;
b. memberikan pertolongan kepada korban;
c. melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat;
d. memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan."

Pasal 231 ayat (2) :

"Pengemudi kendaraan bermotor, yang karena keadaan memaksa tidak dapat melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, segera melaporkan diri kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat."

Adapun, sanksi terhadap pelaku tabrak lari diatur dalam Pasal 312 UU LLAJ. Berikut ini bunyi Pasal 312 UU LLAJ:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada kepolisian terdekat maka akan dipidana dengan kurungan penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta."

Sebelumnya diketahui, peristiwa tabrak lari pengemudi Mercy terhadap pesepeda terjadi pada Jumat (12/3) pagi di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat.

Halaman

(mea/lir)