Pesepeda Korban Tabrak Lari Pengendara Mercy Alami Patah Tulang Rusuk

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 18:01 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Yogi-detikcom)
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Pesepeda yang menjadi korban tabrak lari pengendara mobil Mercy di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, mengalami luka berat. Korban mengalami patah tulang rusuk.

"Akibatnya, korban atas nama Ivan mengalami luka berat. Ada beberapa tulang rusuk yang patah dan saat ini masih dirawat di rumah sakit," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (13/3/2021).

"Melaksanakan juga visum pada korban," sambungnya.

Sambodo menjelaskan mengapa korban bisa mengalami luka berat akibat tabrakan tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV, Sambodo menyebut korban dilindas oleh mobil Mercy yang dikendarai MDA (19).

"Ini yang dari Pospol, jadi kelihatan ini sepeda ditabrak, kemudian terlindas dan (pelaku) melarikan diri. Ini yang dari arah Mandarin, kelihatan kendaraan ini di sini Pospol HI, kemudian di TKP menyenggol, (korban) jatuh, ditabrak, dan kemudian (pelaku) tidak berhenti dan kabur," ujar Sambodo.

Dia mengatakan MDA dijerat dengan Pasal 310 ayat 3 karena mengakibatkan korban luka berat. MDA juga dijerat Pasal 312 UU Lalu Lintas karena melakukan tabrak lari.

"Kemudian kepada tersangka MDA kita kenakan Pasal 310 ayat 3, yaitu karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat. Dan juga dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 10 juta dan ditambahkan Pasal 312 yaitu Undang-undang Lalu Lintas, yaitu tidak memberikan pertolongan terhadap korban atau tabrak lari dengan ancaman pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 75 juta," ujarnya.

Diketahui, pengendara mobil Mercy, MDA (19), yang menabrak pesepeda di Bundaran HI, Jakarta Pusat, ditetapkan menjadi tersangka. MDA ditahan polisi.

"Status yang bersangkutan sudah jadi tersangka dan sudah kita lakukan penahanan paling tidak untuk 20 hari ke depan," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam jumpa pers di Subdit Gakkum PMJ, Sabtu (13/3).

Sambodo mengatakan MDA merupakan seorang mahasiswa. Sedangkan korban seorang pekerja swasta.

"(MDA) Mahasiswa. Jadi tersangka berumur 19 tahun, kelahiran 2001. (Korban) swasta," tuturnya.

(haf/haf)