Dipicu Persaingan Bisnis Kambing, Pria di Sumsel Tewas Ditusuk Ipar Sendiri

M Syahbana - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 15:05 WIB
Konferensi pers di Polres Ogan Ilir (M Syahbana-detikcom)
Konferensi pers di Polres Ogan Ilir (M Syahbana/detikcom)
Palembang -

Seorang pria di Sumatera Selatan, Yan Saputra (32), ditemukan tewas di rawa setelah ditusuk senjata tajam. Yan diduga tewas setelah ditusuk iparnya, IR dan UK, gara-gara persaingan bisnis ternak kambing.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo mengatakan kasus ini terungkap setelah jasad Yan ditemukan di rawa-rawa di Desa Pulau Negara, Pemulutan Barat, Ogan Ilir, pada Minggu (7/3/2021).

"Dari hasil penyelidikan, tiga pelaku pembunuhan berencana terhadap korban sudah kita tangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda. Ketiganya kita kenakan, primer Pasal 340 Sokeubsider 338 ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup," kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy, Jumat (12/3/2021).

Ketiga orang yang ditangkap adalah Andriansyah alias Anang (21), Irwansyah alias Ir (32), dan Nazarudin alias UK (40).

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Robi Sugara mengatakan pembunuhan itu diduga terjadi Sabtu (6/3) malam. Peristiwa itu diduga dipicu persaingan jual beli kambing antara korban dan tersangka. IR dan UK disebut merupakan ipar Yan Saputra.

"Motifnya karena persaingan bisnis jual beli hewan ternak kambing. Tersangka IR dan UK bersama korban berprofesi sama-sama sebagai penjual Kambing. Kambing dibeli dari warga dan kemudian dijual kembali, korban dan tersangka IR dan UK merupakan saudara ipar," kata Robi.

IR dan UK disebut menuding Yan merusak harga pasaran karena membeli kambing warga dengan harga mahal. Dari situlah diduga timbul niat untuk menghabisi nyawa korban.

"Ketiga tersangka memiliki peran masing-masing. Tersangka Anang, penunjuk jalan untuk menentukan lokasi mencegat, membunuh dan mendorong sepeda motor korban. Peran tersangka IR dan UK, menyerang korban dengan cara membacok hingga meninggal dunia. Dan yang menjadi otaknya adalah tersangka UK, " ujar Robi.

Robi menjelaskan, Yan ditemukan dalam kondisi luka robek pada pergelangan tangan kanan hingga telinga kanan dan kiri robek. Kepala bagian atas dan belakang serta punggung belakang korban juga robek.

"Selanjutnya, jasad korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk diautopsi. Setelahnya, langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," katanya.

Selain menangkap para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel, sepeda motor, potongan jari tangan korban, hingga uang Rp 1,8 juta. Ketiganya telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

"Saat ini tersangka kita tahan di Mapolres, kita masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ketiga tersangka," tutup Robi.

(haf/haf)