Pasien Dirujuk Pakai Kapal Nelayan, Pemkab Aceh Besar Akan Beli Ambulans Laut

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 12:57 WIB
Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4/2020). Para nelayan kembali beraktivitas melaut pascagelombang tinggi sebagai dampak fenomena supermoon. ANTARA FOTO/Rahmad/aww.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/RAHMAD)
Banda Aceh -

Warga di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar dibawa ke rumah sakit menggunakan kapal nelayan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyebut pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk membeli ambulans laut.

"Anggaran sekitar Rp 1 miliar, untuk tahun ini rencana dibeli satu ambulans laut," kata Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar, Muhajir saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/3/2021).

Muhajir mengatakan, pengadaan ambulans laut bakal direalisasikan tahun ini. Tender pembelian bakal segera dilakukan melalui unit layanan pengadaan.

"Estimasi sekitar bulan 6 atau 7 sudah ada boat ambulans bila tidak ada halangan dalam tender dan pekerjaan," jelas Muhajir.

Sebelumnya, seorang perempuan di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Darmayanti (35) dirujuk ke rumah sakit (RS) dengan menggunakan kapal nelayan. Darmayanti dibawa ke RS untuk mendapatkan penanganan usai melahirkan.

Dalam video dilihat detikcom, Kamis (11/3/2021), Darmayanti tampak berbaring di atas perahu dengan tangan terpasang selang infus. Dua bidan duduk di sisi kiri dan kanannya. Untuk menghindari sengatan matahari, mereka membentangkan kain sebagai atap.

Di dalam perahu juga tampak dua orang pria yang duduk paling belakang. Satu di antaranya sibuk menguras air laut yang masuk ke perahu. Potret tersebut terjadi saat pihak Puskesmas Pulo Aceh merujuk Darmayanti ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh.

Kepala Puskesmas Pulo Aceh Misriadi, mengatakan, perempuan asal Desa Serapong, Pulau Breuh itu dirujuk ke rumah sakit usai melahirkan bayinya di bidan Puskesmas. Bayinya lahir dalam kondisi sehat namun plasenta ari-arinya tidak lahir.

"Kalau ari-arinya tidak lahir memang harus rujuk, karena di Puskesmas fasilitas kurang," kata Misriadi saat dikonfirmasi.

(agse/lir)