Dubes RI di Oman Bertemu Wagub Mukalla, Bahas Rencana Bentuk Konjen di Yaman

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 07:56 WIB
Dubes RI untuk Oman dan Yaman bertemu pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di Yaman. (Foto: dok. KBRI Oman)
Foto: Dubes RI untuk Oman dan Yaman bertemu pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di Yaman. (Foto: dok. KBRI Oman)
Mukalla - Dubes RI untuk Kesultanan Oman dan Republik Yaman, YM Mohamad Irzan Djohan bertemu dengan pimpinan daerah dan tokoh masyarakat Yaman. Pertemuan itu, salah satunya membahas rencana pembentukan Konjen/Konsulat RI di Mukalla, Yaman.

Pertemuan digelar di Tarim dan Mukalla, Hadramaut, Yaman. Irzan Djohan bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Mukalla, Amer bin Habrish Al-Ally, dan Rektor Universitas Al Ahgaff, Prof Abdullah bin Muhammad Baharun.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan hubungan dan kerja sama kedua negara. Isu utama yang muncul adalah mengenai rencana pembentukan Konjen/Konsulat RI di Mukalla, Yaman.

Rencana tersebut pun mendapat dukungan positif dari Wagub Mukalla dan Rektor Al Ahgaff. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat di Tarim dan Mukalla, antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthafa, Habib Umar bin Hafiz, Direktur Fakultas Syariah Universitas Al Ahgaff, Dr Abdullah bin Smith, dan pimpinan Pondok Pesantren Ribath Tarim, Habib Alwin bin Hasan Al Shatiry.

Dubes RI untuk Oman dan Yaman bertemu pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di Yaman. (Foto: dok. KBRI Oman)Dubes RI untuk Oman dan Yaman bertemu pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di Yaman. (Foto: dok. KBRI Oman)

Irzan menjelaskan, rencana pembentukan Konjen itu didasari kebutuhan pelayanan dan perlindungan bagi 2.700 WNI yang sebagian besar merupakan para pelajar.

Dia mengatakan, meski saat ini sudah dibentuk Satgas Perlindungan WNI yang membantu tugas KBRI, namun hal itu masih belum cukup. Pelayanan dan perlindungan terhadap WNI masih sulit dilaksanakan mengingat keterbatasan kapasitas SDM, legitimasi dan fasilitas kantor Satgas.

Kasus overstay pelajar dan perselisihan pekerja migran Indonesia dengan majikan misalnya, juga sulit difasilitasi secara langsung oleh pihak KBRI di Muscat. Sehingga seringkali penyelesaian kasus memerlukan waktu yang lebih lama. Hal itulah yang menurut Irzan membuat pentingnya Konjen di Yaman dibentuk.

"Di sisi lain terdapat pula kebutuhan peningkatan kerja sama baik di bidang ekonomi, sosial dan budaya antar kedua negara," kata Irzan Djohan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3/2021).

Untuk diketahui, semenjak konflik berkecamuk di Yaman tahun 2015, KBRI di Sana'a Yaman ditutup untuk sementara waktu. Tugas dan fungsinya saat ini dirangkap oleh KBRI di Muscat Oman. (mae/dwia)