Dor! Polisi Tembak Pembunuh Bayaran Lintas Provinsi di Sumut

Prima Syahbana - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 09:49 WIB
Bintang alias Sutarwan, pembunuh bayaran dihadiahi tembakan di kaki kanan oleh polisi
Bintang alias Sutarwan, pembunuh bayaran, dihadiahi tembakan di kaki kanan oleh polisi. (dok. Polres Musi Banyuasin)
Palembang -

Polres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), menembak pembunuh bayaran sekaligus perampok sadis. Pelaku bernama Bintang alias Sutarwan (41).

"Tersangka Sutar ini pemain lawas, baru ditangkap oleh Tim Gabung Serigala Polres Muba dan Polsek Bayunglincir," tegas Kapolres Musi Banyuasin AKBP Erlin Tangjaya kepada detikcom, Sabtu (27/2/2021).

Erlin menjelaskan Bintang masuk daftar pencarian orang (DPO). Pembunuh bayaran sekaligus perampok sadis ini diketahui pernah diupah Rp 12 juta untuk melakukan pembunuhan terhadap sopir travel.

"Tersangka pernah diupah bunuh sopir travel di Ogan Komering Ilir (OKI) oleh Kepala Desa Melati Agung inisial EL. Saat itu tersangka mendapat bayaran Rp 12 juta bersama keempat rekannya," terang Erlin.

Kasus penembakan terhadap sopir travel tersebut terjadi beberapa tahun lalu. Kepada polisi, Bintang alias Sutarwan tak mengakui itu perbuatannya.

"Ketika berada di Semendawai Timur, warga Bali itu tewas ditembak tersangka pada 2018. Korban Nyoman tewas ditembak di bagian dada oleh kawanan Sutar cs ini. Namun Sutar membantah, yang menembak korban adalah rekannya, RB," kata Erlin.

Erlin membeberkan jejak kejahatan Bintang alias Sutarwan selain menjadi pembunuh bayaran, yakni melakukan perampokan sadis dengan modus dobrak pintu. Pada 2012, Bintang cs beraksi di Desa Sido Mulyo, Tungkal Jaya, Musi Banyuasin.

"Tersangka bersama 11 orang komplotannya melakukan aksi perampokan di rumah korban Jasri dan Simon Simare Mare dengan menggunakan senjata api sekira pukul 01.00 WIB, Selasa (11/9/2012)," jelas Erlin.

Dari perampokan itu, papar Erlin, pelaku dan kelompoknya menggasak uang Rp 93 juta, 2 cincin emas, 3 kalung emas, dan satu unit sepeda motor dari rumah Jasri dan Simon Simare Mare.

Simak berita selengkapnya terkait kelompok pembunuh bayaran ini di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2