Ketua RW Ngaku Sering Tegur Cafe RM karena Buka di Masa PPKM

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 18:59 WIB
Lokasi penembakan di Cengkareng, Jakbar yang menewaskan 3 orang telah dipasangi garis polisi., Kamis (25/2/2021).
Lokasi penembakan di Cengkareng, Jakbar, yang menewaskan 3 orang telah dipasangi garis polisi. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

RM Cafe di Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi sorotan seusai insiden penembakan yang menewaskan 3 orang oleh Bripka CS. Pasalnya, Cafe RM nyata-nyata beroperasi di tengah pemerintah menerapkan kebijakan PPKM.

Terkait hal ini, Ketua RW 04 Cengkareng Barat, Ali, mengaku sudah sering menegur pengelola RM Cafe karena melanggar aturan pada masa PPKM.

"Sudah sering kami berikan surat imbauan. Surat imbauan PSBB dari Pemkot Jakarta Barat selalu kami berikan ke pengelola kafe tersebut. Tapi tidak pernah dihiraukan," ujar Ali ditemui di kediamannya, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021).

Namun nyatanya RM Cafe selalu buka melewati jam operasional yang ditentukan. Bahkan RM Cafe ini beroperasi hingga dini hari.

"Tiap malem pada mereka di situ rame. Kita warga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menutup kafe tersebut," kata Ali.

Ali mengaku sudah angkat tangan terkait membandelnya RM Cafe ini. Ali juga mengaku sudah sering melaporkan RM Cafe itu ke pihak kelurahan, akan tetapi hal itu tidak digubris oleh pemilik kafe.

Menurut Ali, kafe tersebut sudah sempat disegel Satpol PP. Namun hal itu tidak juga membuat RM Cafe kapok dan menutup operasional.

Kasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat mengaku pihaknya sudah 2 kali menindak RM Cafe.

"Jadi RM Cafe itu sudah dua kali dilakukan tindakan Satpol PP, pertama tanggal 5 Oktober, kemudian 12 Oktober, jadi sudah kita lakukan 2 kali," ujar Kasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Tamo menuturkan, sanksi pertama, RM Cafe diminta tutup 1x24 jam. Lalu, pada 12 Oktober, RM Cafe didenda sesuai dengan Pergub 79 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus COVID-19.

"Pergubnya kan gitu pergub yang lama, yang kedua dikasih denda 12 Oktober, harusnya Rp 50 juta tapi sanggupnya Rp 5 juta. Memang kan nggak ada batas minimalnya. Tapi sudah kita denda," paparnya.

Untuk diketahui, insiden penembakan di RM Cafe terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari tadi. Penembakan yang menewaskan 3 orang itu terjadi saat kafe baru mau closing.

(mea/fjp)