Usai Mediasi, Pelapor Cabut Laporan Kasus ITE yang Jerat Pengurus IPW

Ardhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 20:55 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono (Dok Humas Polri)
Jakarta -

Pelapor telah mencabut laporan yang membuat Ketua Bidang Investigasi Indonesia Police Watch (IPW) Joseph Erwiantoro menjadi tersangka dalam kasus UU ITE. Dicabutnya laporan itu terjadi lantaran kepolisian melakukan upaya mediasi antara pelapor dan Joseph.

"Kemarin setelah dilakukan mediasi, pelapor mencabut laporannya. Ini tetap surat edaran Bapak Kapolri sudah diterapkan oleh Ditreskrimsus PMJ. Jadi ada laporan, kita lakukan mediasi. Kalau mediasi berhasil dan ada cabut laporan, kenapa tidak?" ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (24/2/2021).

Argo mengatakan laporan polisi itu sudah ada sejak Juni 2020 di Polda Metro Jaya. Pelapor yang merasa difitnah merasa namanya jadi tercemar di dunia digital sehingga menjerat Joseph dengan UU ITE.

"Kemarin di Polda Metro Jaya itu ada laporan polisi pada tanggal 10 Juni 2020 berkaitan dengan pencemaran nama baik lewat Facebook atau medsos yang pelapornya karyawan PSSI. Kemudian di sana melaporkan bahwa ada judul berita itu, 'Banyak Semut Rangrang, Karyawan Lupa Digaji'. Di sini dalam posting-an itu juga pelapor difitnah. Ini menurut mereka ya. Itu dengan tuduhan menerima uang sebesar Rp 700 juta dari Ketua PSSI. Dan ini pencemaran nama baik melalui media elektronika," paparnya.

Bahkan, kasus tersebut juga sempat naik ke tahap sidik. Argo menjelaskan sudah ada pemeriksaan saksi dalam kasus itu.

Namun, dengan adanya surat edaran (SE) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang penanganan kasus UU ITE, polisi melakukan mediasi di antara kedua belah pihak.

"Polda Metro Jaya sudah dilakukan proses penerimaan laporan dulu, ada penyelidikan, dan kita naikkan jadi sidik. Kalau sudah naik sidik otomatis kirim pemberitahuan ke kejaksaan. Sudah memeriksa beberapa saksi, juga memeriksa ahli," terang Argo.

"Namun dengan adanya surat edaran Bapak Kapolri, akhirnya dari Polda Metro Jaya, karena ada surat edaran, kemudian melakukan mediasi antara karyawan PSSI dengan yang dilaporkan. Misal yang dilaporkan dipanggil kita mediasikan, wajar. Ada buktinya bahwa terlapor maupun tersangka diundang, dipanggil melalui surat resmi dan tujuannya dimediasi. Sehingga dengan mediasi ini terjadi win-win solution," tandasnya.

Simak video 'Instruksi Kapolri soal UU ITE: Tersangka Minta Maaf Tak Ditahan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2