Round-Up

Sesumbar Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati Tak Bikin KPK Gentar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 08:11 WIB
KPK kembali memeriksa mantan Menteri KKP Edhy Prabowo. Pemeriksaan itu dilakukan terkait dengan kasus yang kini tengah menjeratnya yakni suap ekspor benur.
Eks Menteri KKP, Edhy Prabowo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku siap dihukum mati atas kasus suap ekspor benih lobster atau benur yang menjeratnya. Merespons ini, KPK menyerahkannya pada proses peradilan.

Awalnya Edhy Prabowo mengaku sudah menjalankan tugasnya, bahkan menurutnya, menyempurnakan pekerjaan menteri sebelum dia. Lantas Edhy Prabowo kembali mengklaim mengenai kinerjanya lagi sebagai Menteri KKP. Namun bilamana pada akhirnya Edhy Prabowo dinyatakan bersalah, dia mengaku siap menghadapinya.

"Sekali lagi kalau memang saya dianggap salah saya tidak lari dari kesalahan, saya tetap tanggung jawab. Jangankan dihukum mati, lebih dari itu pun saya siap, yang penting demi masyarakat saya. Saya tidak bicara lantang dengan menutupi kesalahan, saya tidak berlari dari kesalahan yang ada. Silakan proses peradilan berjalan, makanya saya lakukan ini. Saya tidak akan lari dan saya tidak bicara bahwa yang saya lakukan pasti bener, nggak," ujar Edhy Prabowo di gedung KPK, Jakarta, Senin (22/2).

Menjawab pernyataan Edhy Prabowo, KPK menegaskan bahwa penyidikan masih berjalan. KPK sudah mengantongi bukti dalam kasus ekspor benur Edhy Prabowo dkk.

"Saat ini masih proses penyidikan masih berjalan. KPK telah memiliki bukti-bukti yang kuat atas dugaan perbuatan para tersangka tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (23/2).

Penyidik KPK berfokus membuktikan tindakan suap yang dilakukan Edhy Prabowo dkk. Berkaitan dengan ucapan Edhy Prabowo soal kesiapan dihukum mati, Ali menyerahkannya pada proses peradilan.

"Fakta hasil penyidikan akan dituangkan dalam surat dakwaan yang akan dibuktikan oleh JPU KPK. Namun, terkait hukuman, tentu majelis hakimlah yang akan memutuskan," ucap Ali.

Dalam kasus ini, total ada tujuh tersangka yang ditetapkan KPK, termasuk Edhy Prabowo. Enam orang lainnya adalah Safri sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misanta sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Siswadi sebagai pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Ainul Faqih sebagai staf istri Edhy Prabowo, Amiril Mukminin sebagai sekretaris pribadi Edhy Prabowo, serta seorang bernama Suharjito sebagai Direktur PT DPP.

Simak juga video 'KPK Sita Vila dan Tanah Milik Edhy Prabowo di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]


Apa kata pengacara Edhy Prabowo?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3