Round-Up

Aksi Kasar Dosen Pria Pukul-Tendang Kaprodi Wanita UMI Makassar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 23:36 WIB
Kampus UMI Makassar
Ilustrasi kampus UMI Makassar (Hermawan M/detikcom)
Jakarta -

Aksi kekerasan dosen pria kepada Kepala Prodi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr Hadawiah, menuai sorotan. Pihak kampus turun tangan menyelesaikan kasus kekerasan tersebut lewat penegakan kode etik.

Tindakan kekerasan dosen pria terhadap Hadawiah itu awalnya viral di media sosial. Polisi ikut menyelidiki video viral tersebut.

Dalam video yang viral, tampak seorang wanita berjilbab ungu yang disebut berstatus sebagai dosen. Dia terlihat terlibat cekcok mulut dengan seorang pria yang juga disebut berstatus dosen di kampus UMI Makassar, Panakkukang, Makassar.

Masih dalam video itu, cekcok mulut tersebut tampak semakin alot karena sang dosen wanita dan dosen pria tiba-tiba terlibat saling pukul. Sejumlah mahasiswa yang sejak awal berada di lokasi kemudian berusaha melerai.

"Memangnya kau siapa, saya tidak pernah urusi ko (saya tidak pernah mengurus urusanmu)," ujar dosen wanita dalam video.

Polisi mengaku telah menonton video viral tersebut. Hanya, sejauh ini belum ada laporan yang diterima kepolisian.

"Laporannya belum ada, tapi video itu akan kami coba selidiki," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (22/2/2021).

Kaprodi UMI Makassar Buka Suara

Kepala Prodi Studi Komunikasi di UMI, Hadawiah, buka suara terkait insiden pemukulan tersebut. Dia berharap kejadian itu menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi laki-laki yang melakukan kekerasan fisik pada perempuan apalagi dalam kampus," kata Hadawiah saat dikonfirmasi, Senin (22/2/2021).

"Kampus sebagai tempat membentuk karakter ternyata tidak menjadi bagian dari perhatian orang-orang melakukan hal-hal tidak sesuai etika seorang pendidik," imbuhnya.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan Muhajjir terhadap Hadawiyah ini terjadi pada Senin (22/2) di Prodi Ilmu Komunikasi UMI. Saat itu Hadawiyah tengah memberikan arahan kepada mahasiswanya.

"Dia (Muhajjir) tiba-tiba muncul dan minta saya masuk (ruangan). Saya bilang, 'kamu tidak boleh begini, saya selesaikan dulu pengarahan saya dengan mahasiswaku'. Dia teriak terus, 'masuk, masuk', dia dorong saya, saya terpelanting masuk (ruangan)," ungkap Hadawiyah saat dimintai konfirmasi wartawan.

Saat dibentak dan didorong masuk ke ruangannya, Hadawiyah sempat meminta Muhajjir tidak mendorongnya. Dia juga mengingatkan Muhajjir bahwa dirinya seorang wanita. Bukannya sadar, Muhajjir malah terus menyerang Hadawiyah.

"Lalu dia tendang saya dan pukul saya dengan botol air minum. Mahasiswa yang melihat langsung tahan," katanya.

Tak sampai di situ, Hadawiyah yang berusaha menyelamatkan dirinya ke ruang dekan tetap dikejar Muhajjir. Hadawiyah berharap para pria ke depan tidak lagi dengan mudah melakukan kekerasan terhadap perempuan.

"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi laki-laki yang melakukan kekerasan fisik pada perempuan, apalagi di dalam kampus," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3