Round-Up

'Lockdown' Mikro di India Jadi Contoh Jokowi Tekan Corona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 21:36 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pemerintah kini tengah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Ternyata sistem PPKM mikro ini lebih dulu diterapkan oleh negara India, dan hasilnya disebut efektif.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan PPKM mikro yang kini juga diberlakukan efektif menekan kasus COVID-19. Hal itu diungkap Jokowi saat berbicara dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Rabu (17/2). Dia menjelaskan perihal PPKM mikro yang berhasil menekan kurva pandemi.

"PPKM Skala Mikro Lebih Efektif Tekan Kasus Aktif COVID-19. Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi," demikian judul keterangan tertulis dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima detikcom pada Sabtu (20/2/2021).

PPKM dinilai tidak efektif karena kasus dalam lingkup kecil bisa berdampak dalam lingkup yang lebih luas, maka ekonomi bisa kena dampak. PPKM mikro diterapkan sejak 9 Februari. PPKM mikro diterapkan dalam level kecil, yakni RT/RW dan mikro.

Sejauh ini, PPKM mikro berhasil menurunkan kasus aktif, yakni angka kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dikurangi dengan angka kesembuhan dan angka kematian. Angka kasus aktif menunjukkan banyaknya orang yang tengah dirawat akibat COVID-19.

"Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu, bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8.000-9.000," kata Presiden.

Ternyata India juga menerapkan strategi semacam PPKM mikro. India juga berhasil menurunkan angka COVID-19.

"Meskipun awal-awal India itu lockdown total, sehingga kok India sekarang ganti ini? Ternyata strateginya sama, PPKM skala mikro," paparnya.

Presiden memandang Indonesia memiliki kekuatan untuk menjalankan kebijakan tersebut, yakni perangkat pemerintahan hingga unsur terkecil di tingkat RT/RW, maupun perangkat aparat keamanan dari TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Hal tersebut diyakini akan sangat membantu pelaksanaan PPKM skala mikro.

"Saya melihat kekuatan kita itu memiliki desa yang ada RT/RW-nya dan di situ ada yang namanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ini yang semua perangkat itu yang kita pakai sekarang ini. Memang kalau nanti kita di dashboard kita sudah sampai ke level RT, itu memudahkan sekali," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto juga mengatakan kondisi pandemi COVID-19 di RI menunjukkan perkembangan ke arah lebih baik. Seperti apa?

Simak berita selengkapnya

Selanjutnya
Halaman
1 2