detikcom Do Your Magic

DKI Nyatakan Kualitas Udara Menjadi Baik Setelah LEZ Kota Tua

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 16:34 WIB
LEZ Kota Tua, pengendara dari arah Glodok diimbau belok ke Jl Pancoran. (Afzal Nur Iman/detikcom)
LEZ Kota Tua, pengendara dari arah Glodok diimbau belok ke Jl Pancoran. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Jakarta - Kemacetan yang ditimbulkan akibat Zona Rendah Emisi (Low Emission Zone/LEZ) Kota Tua ditengarai justru meningkatkan polusi udara di kawasan ini. Namun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan kualitas udara di kawasan Kota Tua justru membaik setelah hari pertama penerapan LEZ.

LEZ Kota Tua diterapkan pertama kali pada 8 Februari 2021 lalu setelah sebelumnya sempat diujicobakan. Di Kota Tua sendiri, Dinas Lingkungan Hidup DKI menempatkan perangkat Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) mobile. Dari alat itu terlihat, kualitas udara sempat membaik. Ada dua komponen di udara yang disoroti yakni PM 2,5 dan SO2.

"Di tanggal 6 dan 7 Februari itu, hasilnya sedang. Setelah tanggal 8 hasilnya baik," kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI, Yogi Ikhwan, dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (17/2/2021).

PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer). PM 2,5 dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan manusia. Polusi akibat PM 2,5 di Jakarta juga disumbang oleh emisi gas buang kendaraan bermotor.

Adapun SO2 adalah Sulfur Dioksida yang dapat menyebabkan iritas pada sistem pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya. Yogi menjelaskan, dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tercatat 7 Februari lalu, kandungan SO2 berada di angka 53 dan berkurang 4 angka pada hari pertama penerapan LEZ Kota Tua.

"Setelah itu, kadar debu di kawasan Kota Tua berkurang. Pada 7 Februari tercatat indeks PM 2,5 berada di angka 25-28. Sehari kemudian, angkanya berkurang menjadi 18," kata Yogi.

Jalan Kawasan LEZ yang ditutup di Kota Tua Jakarta.Jalan Kawasan LEZ yang ditutup di Kota Tua Jakarta. Foto: dok. instagram @dishubdkijakarta

Selanjutnya, kritik dari Fraksi PDIP di DPRD DKI:

Selanjutnya
Halaman
1 2