Round-Up

Belasan Heli Merapat ke Riau Usai Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 20:32 WIB
Petugas gabungan dari TNI, Polri dan BNPB turun langsung memadamkan api di lokasi kebakaran hutan dan lahan Merbau, Riau. Begini aksi mereka.
Ilustrasi petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api Karhutla (Foto: Chaidir Anwar Tanjung)
Jakarta -

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau ditetapkan status siaga darurat. Usai penetapan status itu, belasan heli dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Penetapan siaga darurat itu ditetapkan oleh Gubernur Riau, Syamsuar, dalam rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan secara virtual di Balai Serindit. Hadir dalam rapat penetapan seluruh bupati/wali kota se Provinsi Riau.

Siaga darurat karhutla ditetapkan kemarin Senin (15/2) hingga 31 Oktober 2021.

"Merujuk Peraturan Gubernur Riau Nomor 09 Tahun 2020 tentang Prosedur Tetap Kriteria Penetapan Status Keadaan Bencana dan Komando Satuan Tugas Pengendalian Bencana Karhutla di Provinsi Riau dan situasi terkini. Maka status siaga darurat karhutla di Riau saya tetapkan," ujar Syamsuar, Senin (15/2/2021).

Syamsuar mengatakan penetapan status tersebut menyusul dua daerah yang telah duluan berstatus siaga darurat, yakni Kota Dumai dan Bengkalis. Sementara Kabupaten Rokan Hilir masih dalam proses penetapan status siaga darurat.

Karena adanya eskalasi karhutla itu lah, Syamsuar menetapkan status siaga darurat. Status siaga darurat disebut bersamaan dengan bencana non alam, yakni pandemi COVID-19.

"Di tengah bencana non alam pandemi COVID-19 yang masih terjadi ini, potensi bencana lain masih mengancam di Provinsi Riau," kata Syamsuar.

Syamsuar menilai Riau merupakan provinsi yang rawan karhutla asap. Apalagi dengan potensi gambut yang besar, yakni berkisar 54% dari total luas wilayah provinsi Riau di Pulau Sumatera.

"Bencana karhutla dan kabut asap dapat menimbulkan berbagai dampak baik di provinsi Riau sendiri maupun di provinsi atau daerah lain. Baik dampak kesehatan berupa timbulnya penyakit ISPA, pneumonia, dampak pendidikan berupa sekolah yang diliburkan, dampak ekonomi dan lainnya," katanya.

Syamsuar menyebut, Tahun 2020 ini Riau telah menekan terjadinya karhutla sampai 83,62 % dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pada awal tahun 2021 ini sudah muncul beberapa titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten di Provinsi Riau.

Beberapa titik muncul tersebar di Siak, luas terbakar sebanyak 33 hektar. Selanjutnya di Bengkalis dengan luas terbakar 17,7 hektar, Rokan Hilir, luas terbakar 5 Hektar dan Kota Dumai, Luas terbakar 0,01 hektar.

"Penanganan bencana karhutla tentunya membutuhkan sinergitas bersama antara pemerintah yang terdiri dari TNI, Polri, Pol PP BPBD, Manggala Agni, Polhut, damkar dan instansi lainnya. Termasuk kelompok-kelompok masyarakat dan dunia usaha," tambahnya.

Belasan helkopter dikerahkan untuk menangani karhutla, simak berita selengkapnya

Saksikan juga 'Mahfud: Sejak 2016, Tak Ada Lagi Negara Tetangga Protes Asap Karhutla':

[Gambas:Video 20detik]