Akibat COVID-19, KAI: Tak Ada Peningkatan Penumpang Saat Libur Imlek 2021

Karin Nur Secha - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 10:09 WIB
Suasana Stasiun Pasar Senen, Sabtu (13/2/2021) pagi. Nampak belum ada penumpukan calon penumpang.
Suasana Stasiun Pasar Senen, Sabtu (13/2) pagi. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih melanda Indonesia dan sejumlah negara di masa perayaan Tahun Baru Imlek 2021. PT KAI mengatakan tidak ada lonjakan jumlah penumpang yang signifikan saat libur Tahun Baru Imlek saat ini.

"Untuk Imlek tahun ini nggak ada peningkatan (penumpang)," ujar Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa Eva saat dihubungi, Sabtu (13/2/2021).

Eva mengatakan pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah penumpang saat perayaan Tahun Baru Imlek 2021. Menurutnya, sebelum pandemi COVID-19, rata-rata ada sekitar 70 perjalanan kereta api (KA) jarak jauh saat Tahun Baru Imlek.

"Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah KA yang jalan juga jauh berkurang karena kan penyesuaian di masa pandemi," kata Eva.

"Tahun lalu sebelum COVID KA yang jalan di atas 70 perjalanan KA per hari, sebelum COVID di masa Imlek ya," lanjutnya.

Sementara itu, untuk tahun ini, Eva mengatakan hanya terdapat 16-20 kereta api jarak jauh yang beroperasi. "Tahun ini hanya sekitar 16 sampai 20 KA," tuturnya.

Lebih lanjut Eva menegaskan protokol kesehatan di masa libur panjang keagamaan. Ia menyebut calon penumpang harus memenuhi persyaratan sebelum melakukan perjalanan KA, yakni menunjukkan surat bebas COVID-19 (RT-PCR/rapid antigen/GeNose C19) yang diambil dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Untuk perjalanan semasa libur keagamaan berkas kesehatan yang diakui itu 1x24 jam," jelasnya.

"Sesuai edaran dari pemerintah selama libur keagamaan, untuk perjalanan KA jarak jauh, berkas kesehatan berlaku 1x24 jam, baik itu PCR, GeNose, rapid antigen," imbuhnya.

Selain itu, calon penumpang anak di bawah 5 tahun tidak diwajibkan melakukan tes RT-PCR/rapid tes antigen/GeNose tes untuk syarat naik KA JJ. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Satgas No 7 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 20 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa Pandemi COVID-19.

Lebih lanjut baca halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Pemulihan Jalur KA, Rel di Semarang yang Terendam Banjir Ditinggikan

[Gambas:Video 20detik]