Kadis LHK Pekanbaru Dicopot, Terkait Masalah Sampah Menumpuk?

ADVERTISEMENT

Kadis LHK Pekanbaru Dicopot, Terkait Masalah Sampah Menumpuk?

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 12:02 WIB
Tumpukan sampah tercecer di Pasar Pagi Arengka Kota Pekanbaru, Riau. Sampah ini menimbulkan bau tidak sedap dan meresahkan masyarakat.
Tumpukan sampah di Pekanbaru belum selesai sejak awal tahun. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Kepala Dinas LHK Pekanbaru Agus Pramono dibebastugaskan oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, dari jabatannya. Pencopotan Agus dari jabatan terkait pemeriksaan internal di Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.

Kabar pembebastugasan Agus dibenarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Jamil. Sekretaris DLHK, Azhar, ditunjuk Plh Kepala Dinas.

"Benar, dibebastugaskan,'' ucap Jamil saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (11/2/2021).

Plh Kadis LHK Pekanbaru yang dijabat oleh Azhar berlaku sejak Selasa (9/2). Azhar telah menjalankan tugasnya terhitung pada Rabu (10/2).

"Plh mulai semalam. Waktu (lama jabatan) tidak ditentukan," imbuh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru, Baharuddin.

Mantan Kasrem 031/Wirabima itu tercatat masih tetap Kadis LHK Pekanbaru definitif. Pembebastugasan dan penunjukan Plh ini dilakukan karena Agus Pramono masih menjalani pemeriksaan internal. Namun belum dijelaskan detail isi pemeriksaan internal yang dilakukan terhadap Agus.

"Sekarang dalam pemeriksaan di internal saja. Bukan dari luar, tidak ada hubungan soal masalah di Polda Riau (pemeriksaan terkait sampah)," katanya.

Sebelumnya, Agus Pramono dilantik Wakil Wali Kota Ayat Cahyadi pada akhir Juni 2020. Agus dilantik menggantikan Zulfikri yang dirotasi menjadi Kadis Pemuda dan Olahraga Pekanbaru.

Nama Agus menjadi sorotan sejak Januari lalu. Hal ini setelah persoalan berakhirnya kontrak pihak ketiga terkait pengangkutan sampah berakhir dan sampah menumpuk hingga menimbulkan bau busuk.

Tidak sampai di situ, Polda Riau, yang telah menerima keluhan masyarakat, langsung melakukan penyidikan. Sejumlah saksi dan ahli diperiksa secara marathon, termasuk Agus Pramono.

(ras/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT