ADVERTISEMENT

Persoalan Rutin di Kota Pekanbaru: Sampah Numpuk-Nunggak Bayar Listrik

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 10:57 WIB
Kondisi lampu jalan utama Kota Pekanbaru yang padam
Kondisi lampu jalan utama Kota Pekanbaru yang padam (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Persoalan sampah dan listrik sepertinya menjadi masalah rutin di Kota Pekanbaru, Riau. Bagaimana tidak, setiap tahun dua persoalan ini kerap muncul dan membuat masyarakat gerah.

"Kalau persoalan listrik pemutusan karena tidak bayar dan sampah nggak diangkut itu sudah biasa di Pekanbaru. Jadi memang pemerintah kota tak peka," kata pengamat kebijakan publik, Dr Rawa El Amady, ketika dikonfirmasi, Selasa (2/2/2021).

Rawa menilai Pekanbaru kian amburadul sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, ia menilai tidak ada pertanggungjawaban pemkot ke masyarakat terkait kebijakan publik.

"Menajemen pemerintah kota ini sangat jelek. Contoh lampu jalan, itu kan dibayar masyarakat ke PLN dan dipotong pajak penerangan jalan (PPJ), jelas di situ kita bayar dan disetorkan PLN ke kas daerah, kenapa malah tidak dibayarkan pemkot," kata Rawa.

Akibat lampu jalan tidak dibayarkan, PLN akhirnya memutus lampu penerangan jalan di Pekanbaru dan menyebabkan gelap gulita. Hal ini dinilai sebagai kebijakan yang buruk semasa kepemimpinan Firdaus sebagai Wali Kota Pekanbaru.

"Pekanbaru sejak dipimpin Firdaus selalu ada masalah. Kas kosong, guru tak dibayar dan hampir terjadi setiap tahun, termasuk juga soal listrik dan sampah ini. Harusnya mereka kan belajar dari yang sudah-sudah," katanya.

Terkait alasan pemkot yang menyebut ada keterlambatan pembayaran listrik dan kontrak angkutan sampah habis. Hal itu dinilai karena pemkot tak memiliki program dan manajemen yang baik.

"Itu nggak tahu manajemen, alasan kontrak habis ya harusnya disiapkan kontrak baru. Listrik telat bayar, tapi terjadi hampir tiap tahun, kenapa ini selalu jadi masalah dan selalu terulang," katanya.

Terakhir, Rawa meminta DPRD Pekanbaru ikut menyoroti persoalan listrik dan sampah di Pekanbaru. Rawa meminta Dewan menjalankan fungsi dan tugasnya di bidang pengawasan program pemkot.

"Dewan juga tidak ngerti fungsi, harusnya kan ini diawasi. Ditanya kenapa kok banyak masalah, kenapa program tidak jalan, jadi jangan diam saja, kasihanlah masyarakat," katanya.

Diketahui, persoalan sampah di Pekanbaru sudah sebulan belum terselesaikan. Warga bahkan dibuat resah karena sampah sudah mulai mengeluarkan bau busuk dan aroma tak sedap karena keterlambatan angkutan.

Belum selesai masalah sampah, kini listrik di jalan protokol dimatikan oleh pihak PLN. Pemadaman lampu penerangan jalan itu dilakukan karena pemkot nunggak bayar.

(ras/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT