DPRD Minta Dugaan Penghinaan Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Diusut Tuntas

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 16:14 WIB
Pertemuan alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru dengan pimpinan DRPD Sumut (Ahmad-detikcom)
Pertemuan alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru dengan pimpinan DRPD Sumut. (Ahmad/detikcom)
Medan -

DPRD Sumut menyoroti dugaan penghinaan terhadap Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). DPRD Sumut meminta kasus ini diusut tuntas.

"Kami mendorong agar pemerintah, Kapolri, dan Kapolda memproses kasus ini hingga tuntas," kata Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Selasa (9/2/2021).

Hal ini disampaikan Harun saat menerima Keluarga Abiterun Musthafawiyah (Kamus) Kota Medan. Pertemuan Harun dan Kamus berlangsung di DPRD Sumut.

Harun mengatakan persoalan yang terjadi ini bukan sekadar masalah Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Dia mengatakan alumni dan para santri dari Musthafawiyah Purba Baru bisa tersinggung jika kasus ini tidak diselesaikan.

"Kasus ini bukan hanya melukai Musthafawiyah, alumninya yang lebih dari 200 ribu orang dilukai karena kejadian ini. Untuk itu, kami berharap agar segera diselesaikan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kamus Kota Medan, Hasbi Simanjuntak, berharap DPRD Sumut mendorong agar kasus ini segera diselesaikan secara hukum. Dia mengatakan pihaknya sudah menyurati Polda Sumut untuk memproses kasus ini.

"Kami sudah menyampaikan laporan dalam bentuk aduan masyarakat kepada Kapolda Sumut untuk meminta kasus ini diselesaikan," jelas Hasbi.

Sebelumnya, sejumlah foto yang diduga menghina Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Madina, Sumut, viral. Polisi turun tangan mengusut pembuat dan penyebar foto-foto itu.

Dalam foto-foto viral itu, terlihat seorang pria yang sedang menggendong anak berfoto di depan pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Wajah si pria terlihat diganti dengan wajah anjing.

Ada juga foto kepala anjing yang diletakkan di dalam foto pesantren. Terlihat juga kata-kata hinaan yang dituliskan di dalam foto.

Di foto lainnya, terlihat foto orang yang wajahnya diedit menjadi wajah tokoh Cu Pat Kai. Selain itu, ada kalimat 'guru guru nya dukun santet' yang dituliskan dalam foto itu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan soal foto viral ini. Proses penyelidikan ini dilakukan Polres Madina.

"Sedang diselidiki Polres Madina," kata Hadi di Kelenteng Gunung Timur, Medan.

(haf/haf)