Round-Up

6 Fakta Vonis 10 Tahun Jaksa Pinangki yang Mengejutkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 05:38 WIB
Terdakwa kasus penerimaan suap dari Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/1/2021). Mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung  itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) empat tahun penjara dan membayar denda Rp.500 juta subsider enam bulan kurungan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Pinangki Sirna Malasari dihukum 10 tahun penjara. Pinangki dinyatakan terbukti bersalah menerima suap USD 450 ribu dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) dan melakukan TPPU serta permufakatan jahat.

Pembacaan vonis Pinangki digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (8/2/2021). Persidangan Pinangki diketuai hakim Ignasius Eko Purwanto dengan hakim anggota H Sunarso dan Moch Agus Salim.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Dr Pinangki Sirna Malasari terbukti secara sah san meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan kesatu subsider dan pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua, dan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan ketiga subsider," kata hakim ketua Ignasius Eko Purwanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/2/2021).

Dalam vonis itu, muncul sejumlah fakta.

1. Dianggap Melanggar Undang-undang Tipikor

Pinangki melanggar Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pinangki juga bersalah melakukan permufakatan jahat melanggar Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

Selain itu, Pinangki melanggar pasal pencucian uang, yaitu Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan TPPU.

"Menjatuhkan hukuman pidana hukum kepada terdakwa dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta, dengan ketentuan apabila tidak tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 6 bulan," ucap hakim Eko.

2. Hakim Sebut Pinangki Berencana Kerja Sama 'King Maker' Bebaskan Djoko Tjandra

Majelis hakim membeberkan perbuatan Pinangki Sirna Malasari dalam upaya membantu Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra terbebas dari eksekusi kasus hak tagih (cessie) Bank Bali. Salah satunya, hakim mengatakan Pinangki berencana bekerja sama dengan 'king maker' untuk membebaskan Djoko Tjandra dari tuntutan.

"Menimbang pada tanggal 19 November 2019 terdakwa dan saksi Rahmat mengenalkan saksi Anita Kolopaking yang dilanjutkan pada pembahasan masalah hukum Joko Soegiarto Tjandra, terdakwa memberikan penjelasan kepada Djoko Tjandra mengenai langkah-langkah yang harus dilalui oleh Joko Soegiarto Tjandra untuk bisa masuk kembali ke Indonesia, dengan mengatakan 'Bapak ditahan dulu sementara, sambil kita urusi PK-nya di pengadilan, nanti semua ini saya laporkan ke king maker'," ujar hakim Suharno di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2).

Hakim Suharno mengatakan Pinangki bersama Anita Kolopaking dan Djoko Tjandra bekerja sama mengusahakan Djoko Tjandra bebas dari eksekusi putusan PK kasus hak tagih (cessie) Bank Bali. Pinangki memerintahkan Anita selaku pengacara bersurat ke Kejagung kemudian surat itu akan ditindaklanjuti Pinangki.

"Namun terdakwa tidak dijelaskan siapa king maker, terdakwa bersama Anita Kolopaking dan Joko Soegiarto Tjandra juga membahas bagaimana memulangkan Joko Soegiarto Tjandra dengan fatwa MA melalui Kejagung dapat menindaklanjuti putusan MK Nomor 33 dengan tujuan agar pidana yang dijatuhkan Joko Soegiarto Tjandra berdasarkan putusan PK 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi, sehingga saksi Djoko Tjandra bisa kembali kr Indonesia tanpa harus dipidana," beber hakim.

"Dengan cara Anita Kolopakinh bersurat ke Kejagung menanyakan status hukum Joko Soegiarto Tjandra, kemudian terdakwa yang akan tindak lanjuti surat yang dikirim Anita Kolopaking," lanjut hakim.

Sosok King Maker Masih Belum Terungkap

Lebih lanjut, sosok king maker dalam kasus suap fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra hingga kini belum terungkap. Majelis hakim mengatakan sosok itu memang ada, namun tidak bisa terungkap dalam persidangan.

"Menimbang bahwa berdasarkan bukti elektronik berupa komunikasi chat menggunakan aplikasi WA yang isinya dibenarkan oleh terdakwa, saksi Anita Kolopaking, serta keterangan saksi Rahmat telah terbukti benar adanya sosok king maker," kata hakim Ignasius Eko Purwanto.

Hakim menyebut sosok king maker tidak terungkap di persidangan. Namun, 'king maker' itu diyakini hakim ada hanya identitasnya belum terungkap dalam sidang.

"Menimbang bahwa majelis hakim telah berupaya menggali siapa sosok king maker tersebut dengan menanyakannya kepada Terdakwa dan saksi Anita karena diperbincangkan dalam chat dan disebut oleh Terdakwa pada pertemuan yang dihadiri oleh terdakwa, saksi Anita, saksi Rahmat, dan saksi Djoko Tjandra pad November 2020 namun tetap tidak terungkap di persidangan," jelas hakim.

Simak penjelasan lengkapnya di halaman berikutnya.

Tonton video 'Pinangki Sirna Malasari Divonis 10 Tahun Bui':

[Gambas:Video 20detik]