Round-Up

11 Fakta Mencekam 2 Harimau Sinka Zoo Lepas dari Kandang-Terkam Pawang

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 06:08 WIB
Petiugas gabungan berhasil mengamankan harimau benggala bernama Tora yang lepas dari kandangnya di Sinka Zoo (dok Istimewa)
Foto: Petiugas gabungan berhasil mengamankan harimau benggala bernama Tora yang lepas dari kandangnya di Sinka Zoo (dok Istimewa)

"Keluarnya harimau dari kandang ini diduga akibat hujan yang mengguyur selama beberapa hari terakhir yang mengakibatkan longsor di dekat kandang harimau. Longsor tersebut menyebabkan lubang yang cukup besar di kandang harimau, yang kemudian digunakan untuk kedua ekor harimau ini kabur," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya berdasarkan laporan dari Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor, Sabtu (6/2/2021).

Harimau Lepas Ditinggal Pawang, Dititipkan ke Teman

Terungkap fakta, sebelum lepas, dua kucing besar tersebut dibawa ke kolam oleh pawangnya dan ditinggal, lalu dititipkan ke temannya untuk menjaga. Hal ini terungkap berdasarkan laporan dari Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor kepada Menteri LHK Siti Nurbaya.

Sadtata Noor mengatakan pada Jumat (5/2), pawang harimau bernama Agus mengeluarkan harimau bernama Toto dan Eka itu untuk bermain di kolam. Kedua harimau dibawa ke kolam pada Jumat (5/2) siang.

Namun setelah mengeluarkan harimau dari kandang, Agus pergi. Dia lalu meminta rekannya untuk menjaga kedua harimau yang berada di kolam itu. Tidak dijelaskan lebih rinci ke mana Agus pergi dan untuk keperluan apa.

Kemudian Agus kembali ke Sinka Zoo dan kaget melihat seorang penjaga atau pawang kuda tewas. Agus lalu mencari harimau yang diduga menyerang pawang kuda bernama Fery tersebut.

Menteri LHK: Bila Ada Kesalahan, Kena Sanksi

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar meminta dilakukan evaluasi menyeluruh atas kasus ini. Diketahui, insiden 2 harimau lepas di Sinka Zoo mengakibatkan seorang pawang kuda tewas.

Suasana pencarian harimau lepas di Sinka Zoo Singkawang Kalbar (Adi Saputro/detikcom)Dua ekor harimau di Sinka Zoo diduga kabur setelah terjadi longsor yang menimbulkan lubang besar (Adi Saputro/detikcom)

"Sudah ditugaskan untuk evaluasi menyeluruh terhadap LK atau lembaga konservasi tersebut. Bila ada kesalahan, bisa terkena sanksi," kata Siti saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Pawang Kuda Tewas Diusut

Polisi akan mengusut kasus tewasnya pawang (keeper) kuda saat 2 ekor harimau Benggala lepas dari kandang di Sinka Zoo. Polisi sudah memeriksa saksi dalam penyelidikan awal kasus ini.

"Terhadap keeper kuda yang kemarin menjadi korban meninggal dunia yang diterkam harimau Tora, tetap kami akan meminta keterangan dari pengurus Sinka Zoo dan pihak terkait lainnya," ujar Kapolres Singkawang AKBP Prasetio di lokasi, Sabtu (6/2).

Lebih khusus terkait sebab lepasnya harimau yang menewaskan pawang tersebut, polisi juga telah meminta keterangan lebih lanjut ke pengurus Sinka Zoo. Salah satu pihak yang sudah diperiksa adalah pawang harimau Benggala tersebut bernama Agus.

Harimau Tora Diamankan Usai Dibius

Setelah melakukan pengejaran selama kurang lebih 24 jam lamanya, tim gabungan akhirnya berhasil menembak bius harimau Tora yang lepas dari kandangnya di Sinka Zoo, Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Sementara harimau Eka terpaksa ditembak mati karena membahayakan petugas.

"Setelah kurang lebih 24 jam, proses pencarian 2 ekor harimau yang kemarin sempat lepas dari kandangnya, tadi sore, sekitar pukul 18.00 WIB untuk harimau kedua atas nama Tora sudah berhasil kita temukan dan kami amankan dengan cara membius," ujar Kapolres Singkawang AKBP Prasetio di lokasi, Sabtu (6/2).

Menurut Prasetio, petugas berhasil menembak bius harimau Tora dan obat bius mampu bereaksi di tubuhnya. Sementara upaya itu tidak berhasil untuk harimau Eka, sehingga petugas terpaksa menembaknya karena mengancam keselamatan.

Harimau Eka Ditembak dengan Terpaksa

Harimau Benggala bernama Eka dilumpuhkan dengan ditembak mati setelah lepas dari kandangnya di Sinka Zoo, Sinkawang, Kalbar. Polisi mengatakan tindakan tersebut terpaksa dilakukan karena harimau Eka menunjukkan sikap agresif.

"Kenapa ada perbedaan perlakuan tentang proses penangkapan harimau yang pertama dengan kedua, karena proses penangkapan pertama, keeper, orang yang sehari-hari memberi makan harimau bernama Eka sudah memberi warning kepada kami bahwa Eka menunjukkan tanda-tanda agresif yang berpotensi membahayakan, baik bagi dirinya maupun petugas yang melakukan penangkapan," terang Kapolres Singkawang AKBP Prasetio di lokasi, Sabtu (6/2).

Dia mengatakan petugas gabungan sudah berupaya menembakkan obat bius. Namun upaya tersebut gagal. Petugas terpaksa menembak mati harimau Eka untuk menekan risiko bagi petugas maupun masyarakat lain. Dia mengatakan harimau Eka sudah dalam posisi menyerang saat berhadapan dengan petugas.

Halaman

(aan/jbr)