Dosen UIN Makassar Wajibkan Mahasiswa Bawa Bunga Disebut Punya Taman Khusus

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 22:21 WIB
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Dosen UIN Alauddin Makassar yang doyan minta bunga ke mahasiswi bimbingan skripsi disebut memang gemar mengoleksi tanaman bunga. Sang dosen disebut bahkan punya taman khusus diduga tempat menampung bunga pemberian mahasiswi.

"Beliau memang punya taman bunga khusus di dalam rumahnya," kata seorang mahasiswi farmasi kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Untuk diketahui, mahasiswi berusia 22 tahun tersebut merupakan mahasiswi ketiga yang mengaku diwajibkan membawa bunga ketika bimbingan skripsi.

"Pernah (disuruh bawa bunga) 2 kali, harga Rp 250 ribu dan Rp 300 ribu," katanya.

Sang mahasiswi menggambarkan dia melihat taman bunga khusus itu saat bimbingan skripsi di ruang tamu sang dosen. Namun karena ada tamu, dia lalu diminta ke dalam. Saat itulah mahasiswi melihat taman bunga yang diperkirakan seluas 8x4 meter.

"Kemarin itu bimbingan di ruang tamunya tapi ada tamunya jadi bimbingan di taman dalam rumahnya. Di tamannya banyak bunga sama di situ tempat bermain anaknya," katanya.

Sang mahasiswi mengatakan ia memilih mengungkap ulah sang dosen, termasuk keberadaan taman bunga khusus sang dosen, karena ingin kejadian ini tidak terulang di masa mendatang.

"Semoga ini jadi pembelajaran untuk kita semua dan sudah tidak ada lagi kejadian seperti ini," katanya.

Terkait keberadaan taman bunga khusus ini, pihak Komisi Penegakan Kode Etik (KPKE) UIN Alauddin Makassar akan meminta klarifikasi kepada sang dosen.

"Nanti kami akan sidang juga terlapor. Apa yang telah dia lakukan. (Soal taman bunga) nanti kami akan tanya dia," kata Ketua KPKE UIN Alauddin, Makassar, Profesor Bahaking Rama saat dihubungi terpisah.

Dia juga mengatakan pihaknya segera memeriksa para pihak pekan depan. Namun sebelum itu, dia lebih dulu meminta kelengkapan bukti ke pihak Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

"Kita bicarakan tadi, dinilai tidak lengkap jadi diminta Dekannya melengkapi. Bukti-buktinya laporannya tidak dijelaskan, pokoknya dia yang tahu. Dinilai kurang lengkap jadi diminta lengkapi," pungkas Profesor Bahaking.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar mewajibkan mahasiswi membawa bunga saat bimbingan skripsi.

Sejumlah mahasiswa tersebut kemudian menumpahkan curahan hatinya, karena kewajiban memberi bunga kepada sang dosen dirasa memberatkan penyelesaian tugas skripsi.

Penelusuran detikcom, oknum dosen di Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar tersebut meminta mahasiswanya membawa bunga saat dihubungi via pesan singkat untuk konsultasi skripsi. Bunga yang dibawa harus sesuai yang dipesan oleh sang dosen. Jika tidak, konsultasi skripsi bisa batal.

Menanggapi hal tersebut, pihak Fakultas langsung membentuk tim untuk mengusut oknum dosen pembimbing yang dimaksud. Setelah diketahui bahwa yang bersangkutan ternyata Wakil Dekan I Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, pihak Fakultas langsung menyurat ke KPKE Universitas.

(hmw/gbr)