Dosen UIN Makassar Wajibkan Mahasiswa Bawa Bunga Dinilai Bentuk Gratifikasi

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 07:56 WIB
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Foto: Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Makassar -

Oknum dosen yang juga Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar mewajibkan mahasiswi membawa bunga saat bimbingan skripsi. Tindakan oknum dosen itu dinilai salah satu bentuk gratifikasi.

"Berisiko masuk ke kategori gratifikasi dimana satu pihak meminta gratifikasi dari pihak lainnya," ujar pakar pendidikan dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Ari S. Widodo Poespodihardjo kepada detikcom, Kamis (4/2/2021).

Apalagi salah satu pihak, yakni dosen, memiliki kekuasaan lebih tinggi ketimbang pihak lainnya, dalam hal ini yaitu mahasiswa. Padahal, dalam dunia perkuliahan, ada yang namanya kode etik.

"Sebenarnya setiap kampus memiliki kode etik dosen dan siswa. Dalam kode etik biasanya jelas tertera batasan interaksi antara dosen dan siswanya," terang Ari.

Kasus ini mencuat usai mahasiswa melapor kejadian itu di media sosial. Menurut Ari, hal ini menjadi pengingat bahwa saat ini mahasiswa tidak sepasif dahulu.

"Siswa sekarang sudah lebih paham akan hak-hak mereka.Tantangan lebih besar ada di kampus-kampus untuk lebih menjaga etika agar integritas mereka terus terjaga. Karena kini etika menjadi salah satu titik perhatian masyarakat," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian berharap kasus ini diselidiki dan dikawal ketat. Kewajiban mahasiswa membawa bunga, kata Hetifah, merupakan bentuk gratifikasi.

"Semoga kasusnya diselidiki dengan benar dan jika terbukti didisiplinkan dengan keras, karena ini juga bentuk gratifikasi di lingkungan akademik," jelas Hetifah.

Simak di halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2