Dosen di Sulsel Minta Bunga ke Mahasiswa, Komisi VIII Minta Kemenag Usut

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 10:53 WIB
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi. (Hermawan/detikcom)
Jakarta - Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin, Makassar, mewajibkan mahasiswa yang ingin melakukan konsultasi skripsi membawa bunga hias viral di media sosial (medsos). Komisi VIII DPR RI meminta dosen tidak membuat aturan aneh yang tidak berkaitan kegiatan kegiatan akademik.

"Tentu saya mengimbau kepada para dosen dan pengelola pendidikan untuk tidak membuat aturan-aturan yang memberatkan mahasiswa dengan persyaratan yang aneh-aneh dan di luar kegiatan akademik, seperti diwajibkan membeli sesuatu yang di luar aktivitas pembelajaran," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (5/2/2021).

Politikus Partai Golkar ini pun mendorong Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Perguruan Tinggi Islam, yang membawahi UIN, bergerak. Ia berharap Kemenag menelusuri kebijakan yang memberatkan mahasiswa.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan (Tsarina/detikcom)Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily (Foto: dok. detikcom)

"Saya mohon kepada Dirjen Pendidikan Islam, melalui Direktur Perguruan Tinggi Islam, untuk menelusuri kebijakan yang dirasa memberatkan mahasiswa," ucapnya.

Ace mengatakan seharusnya dosen tersebut memahami situasi pandemi COVID-19. Ia menilai seharusnya mahasiswa diberi keringanan uang kuliah tunggal (UKT), bukan diberi kebijakan yang memberatkan.

"Harusnya juga dosen itu memahami bahwa situasi sekarang ini sedang pandemi COVID-19. Di saat mahasiswa seharusnya mendapatkan keringanan UKT, eh malah membuat kebijakan yang memberatkan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum dosen Fakultas Farmasi UIN Alauddin, Makassar, yang viral minta tanaman bunga kepada mahasiswi bimbingan skripsi disebut kerap memesan bunga berharga beragam. Mahasiswi mengatakan harga satu pot bunga bisa sampai Rp 400 ribu.

"Satu pot itu Rp 400 ribu, baru disuruhka bawa dua," kata seorang mahasiswi Jurusan Farmasi UIN Alauddin, Makassar, kepada detikcom, Kamis (4/2).

Menurut sang mahasiswi, harga bunga tersebut cukup mahal untuk ukuran mahasiswa. "Kalau harga Rp 50 ribu, mungkin tidak ji, tapi ini Rp 400 ribu satu pot," katanya.

Sementara itu, mahasiswi jurusan Farmasi lainnya mengatakan peristiwa ini tidak hanya soal harga semata. Dia menyinggung soal aspek kewajaran.

"Bukan sebenarnya poin utama di situ masalah bunga-bunga dan harganya. Poin utama adalah karakter sebagai tenaga pendidiknya, apakah wajar dimintakan hal demikian kepada mahasiswa," katanya. (hel/jbr)