Dosen UIN Makassar Wajibkan Bawa Bunga Saat Bimbingan, Ini Kata Komisi X DPR

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 06:15 WIB
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Foto: Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Makassar -

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar mewajibkan mahasiswi membawa bunga saat bimbingan skripsi. Komisi X DPR angkat bicara.

"Syarat membawa bunga saat melakukan bimbingan skripsi sudah pasti tidak ada dasar hukumnya dan cenderung mengada-ada," ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda kepada detikcom, Kamis (4/2/2021).

Huda menyebut tindakan oknum dosen tersebut tidak bisa dibenarkan baik secara etika maupun akademis. Ia menduga oknum dosen itu sedang mengikuti arus tren.

"Kami menduga jika oknum dosen tersebut terbawa tren berburu tanaman hias yang sedang hype di kala pandemi ini," kata Huda.

Huda mengapresiasi pihak UIN Makassar yang langsung menyerahkan kasus ini ke Komisi Disiplin. Ia berharap agar komisi disiplin bisa merumuskan sanksi yang tepat bagi oknum dosen tersebut.

"Kami mengingatkan para dosen dan tenaga pendidik untuk berhati-hati dalam melakukan bimbingan atau saat mengajar mahasiswa maupun siswa. Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, sekecil apapun kesalahan bisa menjadi besar jika para dosen dan tenaga pendidik bertindak kurang patut," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar mewajibkan mahasiswi membawa bunga saat bimbingan skripsi.

Sejumlah mahasiswa tersebut kemudian menumpahkan curahan hatinya, karena kewajiban memberi bunga kepada sang dosen dirasa memberatkan penyelesaian tugas skripsi.

Penelusuran detikcom, oknum dosen di Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar tersebut meminta mahasiswanya membawa bunga saat dihubungi via pesan singkat untuk konsultasi skripsi. Bunga yang dibawa harus sesuai yang dipesan oleh sang dosen. Jika tidak, konsultasi skripsi bisa batal.

"Dia (dosen) chat sendiri, bilang datang meki ke rumah sebentar sudah Magrib nah, tapi, tapi, bawakan ka bunga keladi pink yang besar nah," kata seorang mahasiswi Jurusan Farmasi berusia 22 tahun saat berbincang dengan detikcom, Kamis (4/2/2021).

Memiliki pengalaman serupa, seorang mahasiswi Farmasi lainnya mengatakan dia bahkan diminta membawa dua pot tanaman bunga sekaligus. Hal ini pun dinilai sangat memberatkan mahasiswi.

"Kalau harga Rp 50 ribu, mungkin tidak ji, tapi ini Rp 400 ribu satu pot," katanya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Fakultas telah meminta keterangan kepada Wakil Dekan I tersebut dan bersurat ke Komisi Disiplin Penegakan Etik Universitas.

"(Wakil dekan satu) sudah (dimintai keterangan). Yang jelas kalau dari pimpinan (fakultas) kita sudah serahkan ke Komisi Disiplin Penegakan Etik Universitas," kata Dekan Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar Dr dr Syatirah Jalauddin kepada detikcom, Kamis (4/2/2021).

(isa/mae)