3 Orang Utan di Kalteng Dievakuasi, Kelaparan hingga Luka Senjata Tajam

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 11:54 WIB
Seekor induk betina orang utan dalam kondisi dibius saat diselamatkan bersama anaknya di sebuah kebun warga di Jalan Jenderal Sudirman km 11 Sampit, Minggu (31/1/2021). (ANTARA/HO-BKSDA Pos Sampit)
Seekor induk betina orang utan dalam kondisi dibius saat diselamatkan bersama anaknya di sebuah kebun warga di Jalan Jenderal Sudirman km 11 Sampit, Minggu (31/1/2021). (Antara/HO-BKSDA Pos Sampit)
Jakarta - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelamatkan tiga ekor orang utan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Orang utan tersebut mengalami kelaparan hingga ada yang terluka akibat senjata tajam (sajam).

"Total ada tiga ekor. Dua ekor yaitu induk dan anak di Jalan Jenderal Sudirman dan satu ekor orang utan dewasa di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit," kata Komandan Jaga BKSDA Kalteng Pos Sampit, Muriansyah, di Sampit, Selasa (2/2/2021) seperti dilansir Antara.

Evakuasi dilakukan dalam satu hari pada Minggu (31/1) lalu. Penyelamatan satwa dilindungi itu dibantu Orang Utan Foundation Internasional (OFI) yang datang ke Kotawaringin Timur dan tim BKSDA Kalteng dari Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun.

Keberadaan orang utan di kebun karet warga di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 11 itu dilaporkan warga sejak sepekan lalu. Warga menyebutkan ada tiga ekor orang utan yang terlihat, yakni indukan jantan dan betina, serta seekor anak orang utan.

Muriansyah menjelaskan sekitar satu pekan tim BKSDA melakukan pemantauan dan terakhir yang terlihat adalah hanya induk betina dan anaknya. Penyelamatan pun dilakukan terhadap dua ekor orang utan tersebut.

Induk orang utan ditangkap dengan cara dibius, sedangkan anaknya digendong. Induk betina itu diperkirakan berusia 20 tahun dengan berat 26 kilogram, sedangkan anak orang utan berjenis kelamin jantan diperkirakan baru berusia 10 bulan dan berat tiga kilogram.

"Lokasi penyelamatan berupa kebun karet. Orang utan merusak dan memakan kulit pohon karet karena kesulitan mendapatkan makanan di habitat aslinya," katanya.

Sementara satu ekor orang utan lainnya yang diselamatkan adalah berjenis kelamin jantan berusia sekitar 25 tahun di persawahan Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit. Orang utan ini ditemukan dalam kondisi luka di kepala bagian kiri, diduga akibat senjata tajam.

Petugas mengobati luka di bagian kepala orang utan tersebut dengan menjahitnya sebanyak sembilan jahitan. Petugas juga meminta keterangan warga untuk menelusuri kemungkinan penganiayaan oleh warga terhadap orang utan tersebut.

"Ketiga orang utan itu sudah dibawa ke Pangkalan Bun untuk diobservasi dan disiapkan untuk dilepasliarkan. Kami mengucapkan terima kasih kami kepada warga km 11 Jalan Jenderal Sudirman, serta warga dan perangkat desa Lampuyang yang sudah membantu dan bekerja sama dengan BKSDA Kalteng dalam proses rescue (penyelamatan)," demikian Muriansyah. (jbr/idh)