Polisi Amankan Nelayan di Kaltim yang Jual Kapal untuk Bisnis Narkoba

Suriyatman - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 01:21 WIB
Polisi amankan NA, nelayang di Kaltim lantaran bisnis narkoba
Foto: NA (dok. Istimewa)
Kutai Kartanegara -

Berdalih ingin membeli kapal baru, seorang nelayan di Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) nekat beralih berdagang sabu-sabu setelah menjual kapal miliknya. Apesnya belum sempat menjual habis narkoba yang dimiliki, warga desa Kuala Samboja ini diamankan polisi.

Resnarkoba Polres Kukar mengamankan barang bukti sebanyak 450 poket sabu seberat 153,6 gram dan uang tunai hasil penjualan narkoba sebanyak 22 juta rupiah. Pria inisial NA (50)ditangkap petugas di rumahnya Sabtu (30/1/2021) lalu.

Kasat Narkoba Iptu Encik Indrayani mengatakan bahwa kasus ini terungkap berdasarkan laporan warga yang mengatakan rumah pelaku kerap digunakan untuk transaksi narkoba sejak 3 bulan ini. Pelaku diketahui merupakan pemain tunggal dan merupakan bandar besar narkoba yang beroperasi di daerah Kuala Samboja.

"Penjualannya rata rata kepada para nelayan yang sedang mencari ikan di laut, biar kuat bekerja menurut pengakuannya, harganya ada yang seratus lima puluh ada yang dua ratus," kata Iptu Encik Indrayani kepada detikcom di kantornya Senin (1/2/2021) .

Encik mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan di lokasi sebelum penangkapan. Pengintaian dilakukan sekitar 1 minggu.

"Team kami sempat seminggu melakukan penyelidikan di lokasi itu, dan hasilnya kami mencurigai sebuah rumah yang sering didatangi nelayan dan akhirnya tim langsung melakukan penggerebekan kemudian bertemu pelaku dan petugas menemukan 81 poket shabu yang ditaruh di tempat duduknya," jelas Encik.

Berdasarkan keterangan pelaku petugas kemudian mengembangkan kasusnya dan melakukan penggeledahan di kamar pelaku. Polisi kembali menemukan barang bukti sebanyak 369 poket sabu di dalam kamar tersebut.

"Hasil penyelidikan memang diketahui pelaku memang merupakan pemain tunggal peredaran narkoba di tempat itu, dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan tempat pelaku mengambil barang haram itu," tutup Encik.

Selanjutnya
Halaman
1 2