Round-Up

Habis 'NTT Cuma Komodo Saja' Terbitlah 'Kurang Jauh Mainnya'

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 04:53 WIB
Anggota Komisi V DPR Bakri
Foto: Anggota Komisi V DPR Bakri (Tangkapan layar)
Jakarta -

Pernyataan anggota Komisi V DPR RI A Bakri HM penuh kontroversi soal 'NTT cuma komodo saja'. Pemprov NTT menyebut Bakri 'kurang jauh mainnya' hingga akhirnya menyebut NTT cuma komodo.

Kontroversi ucapan Bakri ini berawal dari viral di aplikasi media sosial (medsos) TikTok. Ucapan soal NTT cuma komodo saja potongan video dalam Komisi V DPR bersama Dirjen Cipta Karya dan Kepala BPIW KemenPUPR, Selasa (26/1).

"Saya kemarin diajak teman-teman Komisi V (DPR) kunjungan ke NTT. Tidak ada yang istimewa di sana. Paling yang istimewanya komodo saja," kata Bakri dalam potongan video yang viral itu. Potongan video itu lalu dipadu dengan foto-foto keindahan alam NTT.

Bakri menjelaskan soal ucapannya tersebut. Bakri mengatakan saat itu rapat dengan Kementerian PUPR membahas program kerja 2020 dan 2021 termasuk anggaran pembangunan destinasi wisata.

"Nah dalam pembahasan itu ada item anggaran uang yang cukup besar untuk digelontorkan untuk destinasi wisata 5 wilayah itu. Nah sementara kita kita ini bisa bilang, kenapa tidak daerah-daerah dapil anggota yang ada di komisi V itu kan punya wisata di daerah masing-masing, seperti contoh Jambi ada Gunung Kerincinya, ada Geopark-nya, ada Candi Muarajambi yang terkenal, tapi anggaran untuk pariwisatanya minim," kata Bakri, kepada detikcom, Minggu (31/1/2021).

"Jadi saya bilang di NTT pun indah, tapi tidak pula terlalu istimewa, yang terlalu istimewa yang komodonya itu, karena memang komodonya itu semua orang tidak punya, kalau pantai kan banyak, di Bali ada," lanjutnya.

Anggota Fraksi PAN DPR RI ini kemudian meluruskan ucapannya yang viral itu. Bakri mengatakan dirinya saat rapat dengan Komisi V tengah mengkritik pemerintah yang menurutnya tidak memperhatikan wisata di daerah lain.

"Kita itu mengkritik pemerintah, pemerintah itu tidak maksimal memperhatikan wisata di daerah-daerah lain. Sementara anggaran ke NTT itu bukan main, ratusan miliaran untuk keseluruhan 5 destinasi wisata prioritas itu, yang jelas fantastik lah angkanya," ujar Bakri.

komodo di Loh LiangFoto: Komodo di Loh Liang (Bonauli/detikcom)

"Jadi intinya saya tidak ada maksud merendahkan, apalagi bicara provinsi sesama saudara," lanjutnya.

Bakri kemudian meminta maaf atas pernyataannya tentang NTT cuma komodo saja. Bakri tak bermaksud menyinggung pihak-pihak tertentu.

"Jadi intinya saya tidak ada maksud merendahkan, apalagi bicara provinsi sesama saudara, kalau toh ada yang tersinggung saudara-saudara saya di NTT saya secara pribadi minta maaf, tapi tidak ada maksud seperti itu," kata Bakri .

Pemprov NTT kemudian angkat bicara soal polemik 'NTT cuma komodo saja'. Pemprov NTT menilai Bakri tidak mengetahui pembangunan nasional di kawasan NTT.

"Sebagai anggota DPR apalagi DPR pusat ya harus mengetahui betul pembangunan nasional, harus tahu, Taman Nasional Komodo itu kan atau Labuan Bajo pada umumnya itu salah satu destinasi super premium di Indonesia, dan itu desain pembangunan nasional, jadi sebagai wakil rakyat harus tahu itu, mengetahui semua pembangunan nasional," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Ardu Jelamu saat dihubungi, Senin (1/2/2021).

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: