Round-Up

Air Mata Pinangki Mohon Vonis Ringan Kasus Fatwa MA

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 05:05 WIB
Pinangki Sirna Malasari dalam sidang pledoi kasus suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Foto: Pinangki Sirna Malasari di persidangan (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta -

Persidangan Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang beragendakan duplik atas kasus suap fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra diwarnai tangis. Pinangki menangis meminta hakim meringankan vonisnya nanti.

Tangis Pinangki pecah saat dia menyampaikan harapannya kepada hakim. Harapan itu disampaikan Pinangki usai hakim ketua Ignasius Eko Purwanto menetapkan sidang putusannya akan digelar Senin, 8 Februari 2021 mendatang.

Sebelum hakim menutup sidang, Pinangki pun menyampaikan penyesalannya sembari berurai air mata. Dia mengaku bersalah dan pantas duduk di kursi pesakitan.

"Mohon izin Yang Mulia, ini kesempatan terakhir saya menyampaikan, besar atau kecil kesalahan saya nanti, saya tetap merasa bersalah Yang Mulia, dan merasa tidak pantas melakukan semua ini Yang Mulia," kata Pinangki sambil menangis dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021).

Masih sembari menangis, Pinangki memohon belas kasihan dari hakim. Dia memohon hakim agar meringankan hukumannya kelak dalam putusan.

"Dan saya hanya mohon belas kasihan dan keringanan Yang Mulia, terima kasih," lanjut Pinangki.

Pinangki sendiri dalam kasus ini membantah melakukan pemufakatan jahat dengan Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya. Dalam duplik yang dibaca pengacaranya, Pinangki meminta hakim menerima pleidoi Pinangki.

"Menerima seluruh nota pembelaan dan duplik yang diajukan terdakwa dan penasehat hukum; Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang didakwakan jaksa penuntut umum pada dakwaan pertama dan dakwaan kedua," ujar pengacara Pinangki, Jefri Moses Kam, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021).

Tak hanya itu, dalam dupliknya, Pinangki juga meminta hakim membebaskannya dari seluruh dakwaan dan tuntutan jaksa. Dia juga meminta segera dibebaskan dari tahanan.

"Membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum; memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2