Jaksa Pinangki Nangis Minta Hakim Ringankan Vonis di Kasus Fatwa MA

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 12:16 WIB
Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.
Jaksa Pinangki Sirna Malasari menghadiri sidang di pengadilan Tipikor, Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa Pinangki Sirna Malasari menangis dalam sidang lanjutan dengan agenda duplik atas kasus suap fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra. Pinangki meminta hakim meringankan vonisnya nanti.

Awalnya, hakim ketua Ignasius Eko Purwanto menetapkan sidang vonis Pinangki digelar Senin (8/1/2021). Kemudian, saat sebelum hakim Eko menutup sidang, Pinangki menyampaikan harapannya agar hakim meringankan vonisnya.

"Mohon izin Yang Mulia, ini kesempatan terakhir saya menyampaikan, besar atau kecil kesalahan saya nanti, saya tetap merasa bersalah Yang Mulia, dan merasa tidak pantas melakukan semua ini Yang Mulia," kata Pinangki sambil menangis dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021).

"Dan saya hanya mohon belas kasihan dan keringanan Yang Mulia, terima kasih," lanjut Pinangki.

Diketahui, Pinangki dituntut jaksa dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Pinangki disebut jaksa terbukti menguasai suap USD 450 ribu dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa MA.

Jaksa juga meyakini Pinangki terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pinangki disebut jaksa menyamarkan asal-usul uang USD 450 ribu yang dikuasainya dari Djoko Tjandra dengan menukarkan uang, mentransfer, dan membelanjakan.

Selain itu, Pinangki disebut jaksa terbukti melakukan permufakatan jahat bersama Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra terkait upaya pengurusan fatwa MA. Pinangki, Andi Irfan, dan Djoko Tjandra bermufakat jahat untuk menyuap sejumlah pejabat di Kejagung dan MA.

Simak juga video 'Pinangki di Pleidoi Kasus Suap: Saya Sangat Menyesal':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/dkp)