Round-Up

5 Peluru di Dada Tewaskan Haji Permata

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 21:34 WIB
Barang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal yang tewaskan pengusaha di Kepri
Barang bukti dugaan penyelundupan rokok ilegal di Kepri (Foto: dok DJBC Kepri)
Pekanbaru -

Pengusaha asal Kepulauan Riau (Kepri), Haji Jumhan bin Selo alias Haji Permata, tewas tertembak saat pengejaran kapal diduga penyelundup rokok ilegal. Setelah dilakukan autopsi, ada lima peluru yang ditemukan di dada Haji Permata.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh keluarga Haji Permata ke Polda Kepri. Isi laporan itu adalah dugaan pembunuhan terhadap Haji Permata.

"Dari surat tanda terima laporan, itu melaporkan ada dugaan tindak pidana pembunuhan. Pelapornya Bapak Arjuna, kalau tidak salah ini anak almarhum. Terlapornya Bea-Cukai," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt, Sabtu (16/1/2021).

Pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri pun buka suara untuk menanggapi kabar penembakan pengusaha di Kepri oleh pihaknya. Bea-Cukai Kepri mengatakan kasus ini berawal dari patroli soal penyelundupan rokok ilegal.

Peristiwa itu disebut berawal dari pengejaran terhadap kapal penyelundup oleh Satgas Patroli Laut Bea-Cukai Wilayah Khusus Kepri dan Bea-Cukai Tembilahan pada Jumat (15/1). Singkat cerita, terjadi perlawanan sehingga petugas melepas tembakan.

"Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam, petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea-Cukai," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat.

Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polda Riau. Setelah melakukan olah TKP dan autopsi, Polda Riau mengungkapkan sejumlah fakta. Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2