H Permata Tertembak di Kasus Rokok Ilegal Rp 7,6 M, Warga Diminta Tahan Diri

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 16:04 WIB
Barang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal yang tewaskan pengusaha di Kepri
Barang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal yang tewaskan pengusaha di Kepri. (Foto: dok. DJBC Kepri)
Jakarta -

Kanwil Ditjen Bea-Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karimun pasca-pengungkapan kasus upaya penyelundupan rokok ilegal senilai Rp 7,6 miliar. Pertemuan ini digelar untuk menciptakan situasi tetap kondusif di wilayah Karimun.

Kepala Kanwil DJBC Kepri Agus Yulianto mendapat informasi soal adanya pergerakan sejumlah orang terkait pengungkapan kasus tersebut. Dia juga menjelaskan soal kronologi kasus kepada Forkopimda Kabupaten Karimun.

Diketahui, dalam penindakan tersebut ada setidaknya tiga orang yang ditembak petugas di lapangan karena terdesak. Salah satu orang yang tewas tertembak, yakni pengusaha asal Batam, Haji Jumhan bin Selo alias Haji Permata.

"Kami mendapatkan informasi akan adanya pergerakan massa ekses dari penindakan yang dilakukan oleh patroli laut Bea dan Cukai di lapangan. Dalam pertemuan ini, kita ingin agar seluruh pihak bisa memahami dan mengantisipasi situasi yang berkembang guna menjaga Kabupaten Karimun tetap aman, kondusif, dan terkendali," kata Agus Yulianto dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

Pertemuan ini digelar di ruang Rapat Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau yang dihadiri Wakil Bupati Karimun, Kapolres Karimun, Ketua DPRD Karimun, Danlanal, Dandim 0317, Ketua MUI Kabupaten Karimun, dan perwakilan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim berharap situasi di wilayahnya tetap kondusif. Dia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar.

"Pertemuan kali ini adalah niat baik kita, bagaimana untuk menjadikan Karimun ini tetap kondusif. Maka kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk tidak terpancing isu-isu yang berkaitan dengan kejadian tersebut," kata Anwar Hasyim.

Dia menambahkan, dengan adanya pertemuan ini, pihaknya mendapat pemahaman soal kronologi kejadian di lapangan.

"Paling tidak kita mengetahui secara jelas cerita kronologisnya, sehingga kita tidak terbawa dengan isu-isu tidak benar yang dapat membuat situasi di Kabupaten Karimun tidak kondusif," tambah Anwar.

Selanjutnya
Halaman
1 2