2 Anak Buah Pengusaha Kepri Juga Tertembak Saat Pengejaran Kasus Rokok Ilegal

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 15:06 WIB
Barang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal yang tewaskan pengusaha di Kepri
Barang bukti terkait kasus rokok ilegal (Foto: dok DJBC Kepri)
Pekanbaru -

Polda Riau telah menerima pelimpahan laporan polisi terkait kasus dugaan tertembaknya pengusaha asal Kepulauan Riau (Kepri), Haji Jumhan bin Selo alias Haji Permata. Menurut Polda Riau, ada dua anak buah Haji Permata yang tertembak.

"Sejauh ini ada tiga orang, salah satunya adalah Haji Permata yang tertembak. Ini sedang kami dalami," kata Direskrimum Polda Riau Kombes Teddy, Selasa (19/1/2021).

Dua orang yang tertembak adalah Daeng dan Bahar. Keduanya adalah anak buah Haji Permata, yang saat kejadian berada di satu kapal.

"Mereka satu kapal, kena tembak juga dan masih dirawat di rumah sakit," kata Teddy.

Dia mengatakan polisi telah melakukan olah TKP terkait kasus ini. Saat ini polisi masih menyelidiki lebih lanjut soal kronologi kejadian.

"Kemarin kami sudah olah TKP, saksi-saksi di lokasi sudah diperiksa. Masih terus kita gali keterangan-keterangan lain," tuturnya.

Sebelumnya, keluarga Haji Permata melaporkan Bea-Cukai ke Polda Riau. Isi laporannya adalah dugaan pembunuhan terhadap Haji Permata.

"Dari surat tanda terima laporan, itu melaporkan ada dugaan tindak pidana pembunuhan. Pelapornya Bapak Arjuna, kalau tidak salah ini anak almarhum. Terlapornya Bea-Cukai," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt, Sabtu (16/1).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) juga telah buka suara menanggapi kabar penembakan pengusaha di Kepri oleh pihaknya. Bea-Cukai Kepri mengatakan kasus ini berawal dari patroli soal penyelundupan rokok ilegal.

Peristiwa itu disebut berawal dari pengejaran terhadap kapal penyelundup oleh Satgas Patroli Laut Bea-Cukai Wilayah Khusus Kepri dan Bea-Cukai Tembilahan pada Jumat (15/1). Singkat cerita, terjadi perlawanan sehingga petugas melepas tembakan.

"Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam, petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea-Cukai," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat.

(ras/haf)