Round-up

6 Sindikat Pemalsu Surat Hasil Tes Corona Terjerat Pidana

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 21:05 WIB
Ilustrasi Tes Swab
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo

4. Polres Bandara Soetta Tangkap Sindikat Pemalsu Surat Hasil Swab PCR

Tim Garuda Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil menangkap sindikat pemalsu surat hasil tes swab PCR. Belasan orang berhasil diamankan.

"Sindikat pemalsuan surat swab PCR berhasil diamankan Tim Garuda Satreskrim Polresta Bandara Soetta," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yuriko, saat dikonfirmasi, Minggu (17/1/2021).

Alexander mengatakan belasan orang berhasil diamankan karena diduga terlibat dalam sindikat pemalsuan surat swab PCR sebagai syarat menjadi penumpang pesawat. Kasus ini akan dirilis pada Senin (18/1).

5. Polda Jatim Tangkap Mahasiswa Jember Penjual Hasil Rapid Antigen Palsu

Mahasiswa di Jember, Imam Baihaki (24), ditangkap Polda Jatim. Ia jadi tersangka kasus penjualan hasil rapid antigen palsu.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Farman mengatakan, tersangka menjadi pemalsu hasil rapid antigen berawal saat menjadi Panwascam Pilkada 2020. Saat itu, Imam melihat peluang usaha karea sejumlah Panwascam dinyatakan reaktif dan terancam tak bisa melanjutkan tugas sebagai pengawas TPS. Akhirnya tersangka menawarkan jasa membuat hasil rapid test palsu.

"Ada 27 orang terindikasi reaktif. Oleh yang bersangkutan dibuatkan 24 lembar hasil rapid test antigen tanpa pemeriksaan medis, dengan harga Rp 50 ribu per item," tutur Farman.

Setelah Pilkada, Imam kembali menawarkan jasa pembuatan hasil rapid antigen palsu. Mahasiswa itu bahkan menawarkannya secara terang-terangan di media sosial.

"Kemudian setelah pelaksanaan Pilkada, yang bersangkutan menawarkan di media sosial melalui akun Facebook dengan harga Rp 200 ribu," ujar Farman.

6. Sindikat Pemalsu Hasil Rapid Test Palsu Dibekuk di Surabaya

Polisi membongkar sindikat pembuatan hasil rapid test palsu. Tiga orang diamankan.

Mereka adalah oknum yang bekerjasama agar hasil rapid test keluar tanpa penumpang kapal melakukan rapid test. Tiga orang itu adalah M Roib (55) warga Pabean Cantikan yang merupakan agen perjalanan travel, Budi Santoso (36) warga Pabean Cantikan yang seorang calo penumpang, dan Syaiful Hidayat (46) warga Bubutan yang merupakan pegawai honorer salah satu puskesmas di Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan para tersangka mempunyai peran sendiri-sendiri. Ganis mengatakan rapid test palsu ini digunakan oleh calon penumpang untuk lolos saat naik kapal ke daerah tujuan calon penumpang.

"Rapid test palsu ini digunakan oleh para penumpang kapal agar mereka lolos ke daerah tujuan seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua," ungkap Ganis

Halaman

(ibh/ibh)