Awal Mahasiswa di Jember Jadi Penjual Hasil Rapid Antigen Palsu

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 16:42 WIB
Seorang pemalsu hasil rapid antigen diringkus polisi. Praktik pemalsuan itu dibongkar Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim, setelah tersangka menawarkan di media sosial.
Jumpa pers Polda Jatim/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Mahasiswa di Jember, Imam Baihaki (24), ditangkap. Ia jadi tersangka kasus penjualan hasil rapid antigen palsu. Seperti apa awal mulanya?

Direskrimum Polda Jatim Kombes Farman mengatakan, tersangka menjadi pemalsu hasil rapid antigen berawal saat menjadi Panwascam Pilkada 2020.

"Tersangka ini tadinya berkecimpung sebagai pengawas TPS saat Pilkada. Kemudian pada proses akan melakukan pengawasan TPS itu ada persyaratan bahwa pengawas harus ada bukti bebas COVID-19," ujar Farman kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Saat itu, lanjut Farman, tersangka melihat peluang usaha yang bisa mendatangkan pundi-pundi Rupiah. Terlebih, sejumlah Panwascam dinyatakan reaktif dan terancam tak bisa melanjutkan tugas sebagai pengawas TPS. Akhirnya tersangka menawarkan jasa membuat hasil rapid test palsu.

"Ada 27 orang terindikasi reaktif. Oleh yang bersangkutan dibuatkan 24 lembar hasil rapid test antigen tanpa pemeriksaan medis, dengan harga Rp 50 ribu per item," tutur Farman.