Round-up

6 Sindikat Pemalsu Surat Hasil Tes Corona Terjerat Pidana

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 21:05 WIB
Ilustrasi Tes Swab
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo

2. Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pemalsu Surat Hasil Swab COVID-19

Polres Pelabuhan Tanjung Priok meringkus Rodnytamayo, pelaku pemalsuan surat keterangan hasil swab COVID-19. Atas perbuatannya, tersangka terancam pidana penjara maksimal 6 tahun.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta menjelaskan awal mula kasus ini terungkap. Awalnya, pada Senin, 4 Januari 2021, timnya melakukan patroli siber dan mendapat informasi ada akun Instagram @suratdokterrr yang menyediakan jasa pembuatan surat keterangan kesehatan.

Polisi selanjutnya melakukan serangkaian penyelidikan dengan menyamar sebagai pelanggan surat hasil swab test palsu tersebut. Kemudian, pada Rabu, 6 Januari 2021, sekitar pukul 14.45 WIB, pun bergerak menangkap tersangka. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain 4 lembar surat keterangan swab PCR palsu yang seolah-olah diterbitkan RS Premier Jakarta Timur, 1 unit laptop, 1 unit printer, 11 buah stempel hingga 58 bundel blangko kosong surat keterangan sehat.

"Kepada polisi, tersangka mengaku sudah 2 tahun membuat surat keterangan sehat palsu dari rumah sakit. Rata-rata setiap bulannya dia dapat membuat 90 surat dengan rata-rata setiap lembarnya dengan harga Rp 100 ribu dengan pendapatan kurang-lebih Rp 9 juta setiap bulannya," jelas Ahrie.

3. Polres Jakarta Pusat Tangkap Pembuat Surat Tes Swab Antigen Palsu

Polisi menangkap pembuat surat rapid test antibodi dan swab antigen palsu. Pelaku ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Pusat setelah satu bulan menjadi pembuat surat rapid test dan swab antigen palsu.

"Kemarin tanggal 12 Januari 2021 salah seorang masyarakat membeli surat keterangan swab antigen yang keterangannya negatif, sehingga atas dasar tersebut kita melakukan penyelidikan, sehingga kita mengamankan tersangka satu orang tersangka dengan inisial AA umur 31 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin, di Polres Metro Jakarta Pusat, Jalan Garuda, Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/1).

Pelaku mengaku baru memulai aksinya pada Desember tahun lalu. Sejak melakukan aksinya, tersangka sudah membuat 13 surat keterangan rapid test dan swab antigen palsu.

Surat keterangan rapid test antibodi dan swab antigen palsu tersebut dibanderol seharga Rp 50 ribu dan Rp 70 ribu. Dalam sebulan, keuntungan pelaku mencapai Rp 3 juta.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3