Round-Up

5 Fakta Kerusakan di Majene-Mamuju Selepas Diguncang Gempa

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 06:01 WIB
Kantor PLN Mamuju rusak akibat gempa
Foto: Kantor PLN Mamuju terdampak gempa bumi Sulbar (dok .PLN)

Kantor PLN Rusak Parah

Aliran listrik di Mamuju putus pasca-gempa berkekuatan 6,2 magnitudo. Hal ini terjadi karena kantor PLN yang mengalami kerusakan parah.

"Kantor kami mengalami kerusakan yang cukup parah," kata Humas PLN Wilayah Sulbar, Eko Wahyu Prasongko saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/1/2021).

Eko mengatakan saat ini kondisi listrik masih padam. Ia menyebut pihaknya tengah melakukan pengecekan.

Kondisi serupa juga terjadi di Majene dan dilaporkan listrik di ibu kota Sulbar tersebut padam.

"Kondisi di sini, untuk listrik padam sejak subuh tadi setelah sekitar jam 2 terjadi gempa 6,2," kata petugas Pusdalops BPBD Sulbar, Mutmainah, kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

PT PLN (Persero) memastikan pemulihan kelistrikan sudah dilakukan di kawasan Mamuju dan Majene.

Setidaknya ada 463 gardu distribusi listrik telah berhasil dinormalkan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid mengatakan 123 personel telah diterjunkan untuk memulihkan kelistrikan terdampak gempa tersebut.

PLN juga sedang mengirimkan personel tambahan yang berasal dari Pinrang, Parepare, Palopo dan Palu untuk membantu upaya pemulihan tersebut. Tidak hanya personel, perlengkapan dan material seperti genset kapasitas kecil, lampu emergensi, mobil layanan teknik, turut dikerahkan ke daerah-daerah terdampak gempa.

Kantor-Rumah Sakit Hancur

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menerima laporan akibat gempa M 6,2 di Sulbar.
Nurdin menyebut sejumlah kantor hingga rumah sakit hancur akibat gempa.

"Sekarang jalan putus, beberapa kantor-kantor rumah sakit hancur, makanya kita segera ke sana membantu," ujar Nurdin dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar, Jumat (15/1/2021).

Nurdin pagi ini langsung berangkat menggunakan helikopter untuk meninjau wilayah Sulbar yang terkena dampak gempa.

Siang nanti, Pemprov Sulsel juga akan mengirim bantuan sembako untuk korban gempa di Sulbar melalui kapal laut. Sebab, jalur darat menuju Sulbar hingga saat ini masih terputus akibat gempa.

Nurdin juga berkoordinasi dengan tim medis di Sulsel untuk dikirim membantu para korban gempa.

Dalam kesempatan terpisah, BNPB mengungkapkan sejumlah fasilitas umum mengalami rusak berat akibat gempa.

Bukan hanya kantor Gubernur Sulbar dan rumah sakit, akses jalan ke Majene dan Mamuju juga dikabarkan terputus.

"Kerugian materiil Kabupaten Mamuju. Hotel Maleo (rusak berat), kantor Gubernur Sulbar (rusak berat), rumah warga rusak (masih pendataan), RSUD Mamuju (rusak berat), 1 minimarket (rusak berat), jaringan listrik padam, komunikasi selular terputus-putus/tidak stabil," jelas laporan BNPB.

"Kabupaten Majene. Longsor tiga titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), 300 unit rumah rusak (masih pendataan), 1 unit puskesmas (rusak berat), 1 kantor Danramil Malunda (rusak berat), jaringan listrik padam, komunikasi selular terputus-putus/tidak stabil," tulis BNPB.

Rumah Warga hingga Puskesmas di Majene Rusak

Laporan terkini, akses jalan hingga puskesmas di Majene rusak akibat gempa.

"BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit puskesmas (RB), dan 1 kantor Danramil Malunda (RB)," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Jumat (15/1/2021).

Saat ini BPBD Majene masih berfokus pada penanganan darurat pascagempa, seperti menolong korban luka, evakuasi korban terdampak gempa, hingga mendirikan posko pengungsian.

"Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis, dan terpal," katanya.

Halaman

(rdp/rdp)