Warga Ngungsi ke Bukit, Jenazah Korban Gempa Majene Belum Bisa Dikuburkan

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 16:48 WIB
Warga di Majene belum sempat mengurus jenazah korban gempa karena warga lainnya masih mengungsi (Abdy/detikcom).
Foto: Warga di Majene belum sempat mengurus jenazah korban gempa karena warga lainnya masih mengungsi (Abdy/detikcom).
Majene -

Sejumlah warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), hingga saat ini masih bertahan di perbukitan pascagempa magnitudo (M) 6,2. Akibatnya sejumlah jenazah korban yang tertimpa reruntuhan belum sempat dimakamkan.

Pantauan detikcom di Desa Meikatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Jumat (15/1/2021), tampak kondisi desa yang sudah sangat sepi ditinggal penduduk.

Kecamatan Malunda merupakan salah satu kecamatan paling parah terdampak gempa. Di Desa Meikatta, tampak sebagian besar rumah warga sudah runtuh akibat gempa.

"Ini warga yang paling parah tertimpa reruntuhan saat gempa pertama. Rumah almarhum ini rata dengan tanah," ujar salah seorang warga Desa Meikatta, Irwan, saat ditemui di desanya.

Irwan juga menunjukkan salah satu kerabatnya yang tewas akibat gempa. Namun Irwan bingung bagaimana cara memakamkan kerabatnya itu seorang diri. Dia masih menunggu warga lainnya untuk ikut bersedia mengurus jenazah. Dia meletakkan jenazah kerabatnya itu di bawah pohon sembari menutupnya dengan kain.

"Warga masih mengungsi, semua pindah lokasi. Di atas 50 persen rumah hancur, ini ada korban akibat gempa, susah diurus karena tidak ada orang," katanya.

Selain jenazah kerabat Irwan yang belum sempat terurus, tampak juga di bawah reruntuhan rumah warga beberapa jenazah yang belum sempat dievakuasi.

Desa Meikatta yang rusak cukup parah juga belum tersentuh tim SAR dan petugas lainnya. Hingga detikcom meninggalkan lokasi tersebut, desa masih tampak sepi.

Hingga saat ini, dilaporkan ada 15 ribu warga mengungsi akibat gempa di Majene. Selain itu tercatat 35 orang meninggal dan 637 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi di Mamuju dan Majene.

(nvl/jbr)