Murad Ismail Pertama Divaksin COVID di Maluku, Sempat Tertunda Tensi Tinggi

Muslimin Abbas - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 13:20 WIB
Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 di Maluku (Muslimin Abbas/detikcom)
Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 di Maluku. (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 di Maluku. Proses vaksinasi Murad sempat ditunda 30 menit karena tensi darah tinggi.

Tensi darah Murad diketahui tinggi saat mengikuti proses pengecekan di meja kedua. Petugas menyampaikan berdasarkan hasil pengecekan tekanan darah, Murad tidak dianjurkan untuk melakukan penyuntikan vaksin.

"Vaksin tidak bisa diberi karena tekanan Bapak melebihi tekanan darah (yang dipersyaratkan)," kata petugas di meja 2, Jumat (15/1/2021).

Setelah mendengar keterangan petugas, Murad Ismail menyampaikan akan beristirahat sebentar sesuai dengan arahan petugas medis di meja 2.

"Saya istirahat sebentar," kata Murad sambil berjalan menuju lokasi yang telah disediakan.

Kondisi serupa juga dialami Pangdam XVI Pattimura-Ambon,Mayjen TNI Agus Rohman. Setelah istirahat selama 30 menit, Gubernur dan Pangdam lalu kembali menjalani cek tensi darah untuk kedua kalinya. Hasilnya, mereka diperbolehkan menerima penyuntikan vaksin COVID-19.

Dua orang tenaga medis lalu melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 buatan Sinovac kepada Murad. Setelah melakukan penyuntikan, Murad mengaku tidak merasakan apa-apa.

Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 di Maluku (Muslimin Abbas/detikcom)Pangdam Pattimura mengatakan vaksinasi bertujuan memutuskan mata rantai penyebaran virus dan memulihkan perekonomian. (Muslimin Abbas/detikcom)

"Tidak rasa apa-apa," ujar Murad sambil menggulung lengan kemeja.

Sekda Maluku, Kasrul Selang, yang menjadi orang kedua untuk dilakukan vaksinasi COVID-19 mengatakan semua forkopimda Maluku melakukan penyuntikan dan diikuti oleh tokoh-tokoh agama dengan tujuan memberikan contoh kepada masyarakat bahwa vaksin COVID-19 aman dan halal.

"Tadi pas 140 (hasil tensi). Selain hari ini forkopimda Maluku, yang hadir tokoh-tokoh agama. Tadi Pak Gubernur sampaikan berikan contoh kemudian memberikan rasa keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman, kalau yang muslim vaksin ini halal dan gratis," kata dia.

Sementara itu, Mayjen Agus berharap masyarakat mendukung program pemerintah dalam hal vaksinasi COVID-19. Dia mengatakan vaksinasi bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus dan memulihkan perekonomian.

"Rasanya biasa aja. Ini kan program yang baik sekali oleh pemerintah dalam rangka memutuskan mata rantai COVID-19 mari kita sikapi bersama secara sukarela mau divaksin karna tidak mungkin pemerintah mau mencelakai kita insyaallah dengan niat baik ini mudah-mudahan upaya kita lakukan, termasuk pemerintah ini bisa menyembuhkan masyarakat Indonesia sehingga perekonomian pulih kembali," ujar Mayjen Agus.

(jbr/jbr)