Round-Up

6 Simpulan Komnas HAM Sebut Polisi Langgar HAM soal Tewasnya 4 Laskar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 05:30 WIB
Komnas HAM menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM dalam peristiwa tewasnya 4 laskar Front Pembela Islam (FPI).
Foto: Konferensi pers Komnas HAM terkait hasil investigasi penembakan laskar FPI (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Komisi Nasional Hak Asasi Nasional (Komnas HAM) mengumumkan hasil investigasinya terkait penembakan enam orang laskar FPI. Dalam temuanya, Komnas HAM menyimpulkan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan petugas kepolisian.

Insiden penembakan terjadi di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (7/12/2020) dini hari. Komnas HAM kemudian melakukan investigasi dan menemukan adanya pelanggaran HAM dalam insiden penembakan laskar FPI itu.

Investigasi rampung, Komnas HAM menjelaskan bukti-bukti yang mereka peroleh mulai dari temuan di lapangan, voice note, hingga screenshot CCTV. Komnas HAM telah memeriksa polisi, keluarga korban, pihak FPI, saksi di lokasi, hingga memanggil sejumlah ahli.

Temuan Komnas HAM, ada peristiwa pembuntutan terhadap Habib Rizieq Shihab oleh polisi pada saat itu. Dalam proses itu, ada enam orang laskar FPI yang tewas dalam 2 konteks yang berbeda.

"Terdapat 6 orang meninggal dunia dalam 2 konteks peristiwa yang berbeda," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam jumpa pers pada Jumat (8/11/2020).

Pada konteks pertama, terjadi di Jalan Internasional Karawang hingga diduga mencapai Km 48 Tol Cikampek. Komnas HAM menyebut ada baku tembak antara laskar FPI dan polisi. Dua orang laskar FPI tewas di momen peristiwa ini.

"Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antarmobil dan saling serang antarpetugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api," jelasnya.

Konteks kedua, ini yang disebut Komnas HAM ada pelanggaran HAM, terjadi setelah KM 50 Tol Cikampek. Sebanyak empat orang laskar FPI yang masih hidup dibawa oleh polisi dan kemudian ditemukan tewas.

"Sedangkan terkait peristiwa Km 50 ke atas, terdapat 4 orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian ditemukan tewas sehingga peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia," kata Choirul Anam.

Tewasnya empat laskar FPI pasca Km 50 ini, menurut Komnas HAM, merupakan peristiwa unlawful killing.

"Penembakan sekaligus terhadap 4 orang dalam 1 waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan unlawful killing terhadap 4 orang anggota laskar FPI," ungkapnya.

Simak enam simpulan Komnas HAM, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2