Beda Pihak Risma dan Kubu Anies soal Isu Tunawisma di Tengah Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 18:09 WIB
Pantauan Tunawisma di Sekitar Sudirman-Thamrin
Gelandangan di Jakarta (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Isu tunawisma di tengah pusat Ibu Kota menjadi perhatian publik akhir-akhir ini. Ada perbedaan antara pihak Kementerian Sosial yang dipimpin Tri Rismaharini atau Risma dan kubu Pemprov DKI Jakarta yang dikepalai Anies Baswedan.

Polemik tunawisma di pusat kota Jakarta ini bermula ketika Menteri Sosial Risma blusukan di sejumlah titik, salah satunya Sudirman-Thamrin-Pasar baru. Blusukan itu dilakukan Risma pada Senin (4/1/2021).

Di kawasan elite DKI ini, Risma bertemu 3 gelandangan dan mengajaknya ke tempat penampungan. Salah satu gelandangan itu bernama Kastubi. Pria paruh baya berambut putih itu hanya tidur beralaskan kardus.

"Bapak ikut saya ya. Nanti saya kasih tempat tinggal biar Bapak tidak kehujanan ya. Nanti ada yang jemput ya, tapi bukan Satpol PP. Tapi Bapak jangan ke mana-mana," kata Risma.

Temuan Risma ini dihormati Pemprov DKI Jakarta meski mereka juga mempertanyakannya. Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku belum pernah mendengar ada tunawisma di daerah Thamrin.

"Terkait dengan adanya tunawisma di Jalan Sudirman-Thamrin, memang saya sendiri hidup di Jakarta sejak umur 4 tahun baru dengar ada tunawisma di Jalan Sudirman-Thamrin," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/1).

Riza mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk mengecek temuan Risma tersebut. Meski demikian, Riza mengaku ada tunawisma di wilayah lain di Ibu Kota.

"Kami, saya, Pak Gubernur memerintahkan langsung Kadinsos untuk mengecek siapa orangnya, kenapa ada di situ. Setahu kami jalan ke Jalan Sudirman-Thamrin itu cukup jauh. Kalau ada di pinggiran-pinggiran, ada betul. Kalau ada di kolong jembatan, betul masih ada. Di seluruh Indonesia, di kota, ada orang yang belum memiliki rumah, mencari tempat berteduh tinggal di tempat yang paling baik dan paling enak, di antaranya tempat yang paling enak bagi tunawisma adalah di kolong jembatan, kalau kita ke kota-kota di seluruh Indonesia bahkan, mana mungkin, di negara lain juga ada tunawisma yg memang tinggal berteduh di kolong-kolong jembatan," katanya.

Senada dengan Riza Patria, Kasatpol PP DKI Arifin menyebut tak ada tunawisma di Thamrin.

Diragukan Pemprov DKI, Kemensos angkat suara. Kemensos menyebut ada 2 tunawisma yang sedang menjalani pelatihan keterampilan di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya, Pengudi Luhur, Bekasi.

"Silakan aja, itu kan orang itu kan Pak Kastubi dengan Muhammad Faisal ya itu ada di Bekasi, silakan kalau mau dicek itu Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya Bekasi, Jalan Joyo Martono, boleh silakan. Saya sudah konfirmasikan ke tempat di sana. Silakan monggo dicek, nanti supaya betul atau tidak," kata Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Koswara kepada wartawan, Rabu (6/1).

Di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur, Bekasi, ada sosok gelandangan yang ditemui Risma. Dia adalah Kastubi. Terlihat 3 tunawisma lainnya berada satu ruangan dengan Kastubi.

Saat ditemui, Kastubi mengenakan kaus hitam. Ada yang berbeda dari penampilannya dibandingkan dengan saat ditemui Risma. Dia kini berambut pendek usai dicukur oleh petugas Balai Rehabilitasi. Kastubi awalnya berambut panjang dan memakai baju lusuh serta tiduran di emperan ruko ketika ditemui Mensos Risma.

Saat ditanya pertanyaan soal pertemuan dengan Risma, Kastubi membenarkan terkait dirinya ditemui oleh Mensos Risma. Kastubi menyebut ketika itu dirinya hendak tidur lalu ditemui di Pasar Baru.

"Ditemui di Pasar Baru, pagi-pagi saya mau tidur Ibu Risma di situ. Terus dia ngomong sama temennya ke rumah. Ternyata rumahnya di sini (Balai Rehabilitasi)," ucap Kastubi saat ditemui di Balai Rehabilitasi.

Terkait polemik tunawisma ini, sebagian pihak menyebut adanya aroma persaingan antara Anies dan Risma. Politikus PPP Arsul Sani bahkan menyebut sejumlah orang menyorot kejadian itu sebagai kontestasi menjelang Pilpres 2024 ataupun Pilgub 2022.

"Begini bahwa itu dikesankan, bukan adu politik ya, itu dikesankan kontestasi (Pilpres) 2024 atau bahkan mungkin kalau 2022 ada Pilgub (DKI) itu kan. Itu memang berkembang, termasuk di medsos, saya ikuti juga," kata Arsul di gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/1).

Bagaimana menurut Anda, siapa yang sikapnya lebih tepat di isu tunawisma? Sampaikan di kolom komentar!

Tonton video '#RismaRatuDrama Trending, PKS: Welcome to the Jungle Bu Risma':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)