Jaksa Konfirmasi soal Laptop Isi Foto Uang Dolar ke Suami Pinangki

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 16:16 WIB
Pinangki Sirna Malasari kembali mengikuti sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). Sidang menghadirkan 6 orang saksi.
Pinangki Sirna Malasari. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum mengonfirmasi kebenaran foto uang dolar yang berada di laptop milik suami Pinangki Sirna Malasari, Napitupulu Yogi Yusuf. Jaksa mengonfirmasi apakah uang di foto tersebut milik Pinangki.

Awalnya Yogi membenarkan jika Macbook miliknya disita oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus Pinangki dalam upaya pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra. Yogi mengatakan Macbook itu miliknya dan dia pakai jika ada pekerjaan di kantor.

"Laptop itu bukan laptop bagus. Bukan laptop utama, karena saya pakai PC. Laptop itu saya gunakan kalau buat slide, saya gunakan itu bagus untuk slide," ujar Yogi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2021).

Jaksa lantas mengonfirmasi soal file berisi foto uang dolar yang ada di dalam laptop Yogi. Yogi mengaku tidak tahu. Menurut Yogi, Pinangki tidak pernah memakai laptop itu.

"Dalam laptop Saudara yang disita ada foto-foto uang dolar, apa Saudara tahu foto di Macbook Apple Saudara?" tanya jaksa.

"Itu juga ditanyakan pada saat penyidikan. Maka saya katakan saya nggak tahu foto itu, saya tahu baru saat diberitahu jaksa penyidik," kata Yogi.

"Apa Pinangki pernah pakai laptop itu?" tanya jaksa lagi.

"Saya nggak pernah lihat Pinangki pakai itu," jawab Yogi.

Selain dikonfirmasi mengenai foto uang dolar, Yogi juga dikonfirmasi soal foto-foto Pinangki bertemu Rahmat dan Djoko Tjandra. Yogi mengaku tahu foto itu setelah viral di media sosial.

"Saya tahu masalah ini viral foto Pinangki sama Pak Djoko Tjandra, sama Pak Rahmat, dan Bu Anita. Saya nggak tahu ada itu," ucap Yogi.

Dalam sidang ini, Djoko Tjandra duduk sebagai terdakwa. Dia didakwa memberikan suap senilai USD 500 ribu kepada Pinangki Sirna Malasari. Uang itu diberikan dengan maksud agar Pinangki sebagai jaksa di Kejaksaan Agung (Kejagung) mengupayakan Djoko Tjandra yang saat itu menjadi buronan perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali untuk tidak dieksekusi ketika pulang ke Indonesia dengan fatwa dari Mahkamah Agung (MA).

Selain itu, jaksa juga menyebut Djoko Tjandra melakukan pemufakatan jahat bersama Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya. Jaksa mengatakan Djoko Tjandra melakukan pemufakatan jahat karena menjanjikan pemberian uang USD 10 juta ke pejabat Mahkamah Agung (MA) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) berkaitan fatwa MA.

(zap/idn)