Pemberantasan Korupsi Dinilai Nyaris Jalan di Tempat, Berdenyut Akhir 2020

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 21:57 WIB
Dua orang ahli dihadirkan untuk menjadi saksi dalam sidang lanjutan Uji Formil UU KPK. Dua orang ahli itu yakni Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti.
Zainal Arifin Mochtar (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Guru besar hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menilai penindakan korupsi sepanjang tahun 2020 nyaris jalan di tempat. Menurutnya KPK baru kelihatan bekerja di pengujung tahun 2020.

"Saya melihat pemberantasan korupsi nyaris jalan di tempat. Kenapa nyaris jalan ditempat? Sebenarnya signal ini sudah kita nyalakan di penghujung 2019, karena kemudian ada 'pembunuhan KPK' dan pemilihan ketua KPK yang tidak terlalu menarik," kata Zainal dalam D'Rooftalk: 'Refleksi Tahun Pandemi' yang tayang di detikcom, Rabu (30/12/2020).

Zainal menyebut KPK baru kelihatan bekerja di akhir tahun 2020. Namun demikian, kinerja KPK itu kata Zainal harus dianalisis lebih jauh.

"Tapi memang ada fakta di akhir tahun 2020 KPK kemudian kelihatannya bekerja, nah itu yang harus kita analisis baik-baik. Betul kan karena KPK bekerja atau karena sisa-sisa sistem di dalamnya masih bekerja," kata dia.

Zainal beranggapan bahwa penindakan yang dilakukan KPK di akhir tahun adalah sisa dari kepemimpinan lama.

"Itu pertanyaan yang barangkali menarik, apakah memang karena kerja KPK baru, yang saya pernah tulis di sebuah harian itu KPK new normal, apakah kerjanya KPK baru ini, ataukahsebenarnya sisa di dalam. Saya mengatakan ini sisa di dalam," katanya.

"Lagi pula saya mengatakan KPK sekarang belum mendapatkan substansi yang dibayangkan, kan kalau kita bayangkan pemberantasan korupsi yang baik itu tiga level. Level 1 mengungkap perkaranya, level dua membawa semua yang berperkara ke proses penegakan hukum dan yang ketiga adalah mengeluarkan resep yang cespleng supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi," tuturnya.