Cerita Korban Pelemparan Molotov di Riau, Sering Dapat Ancaman 'Mau Digas'

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 19:28 WIB
Konferensi pers di Polda Riau soal teror molotov (Raja Adil-detikcom)
Konferensi pers di Polda Riau soal teror molotov. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Empat pelaku pelempar bom molotov ke rumah Nurhayati di Kampar, Riau, ditangkap. Wartawati itu bercerita sempat ada ancaman sebelum rumahnya dilempar molotov.

"Dua hari sebelum kejadian memang sudah ada ancaman dari SMS. Intinya ada yang bilang saya mau digas," terang Nurhayati saat dimintai dikonfirmasi detikcom, Rabu (30/12/2020).

Tidak hanya sekali, ancaman bertubi-tubi diterima Nurhayati setelah dirinya mulai aktif membantu masyarakat. Salah satu ancaman terkait pengurusan sertifikat lahan masyarakat.

"Saya memang sedang bantu masyarakat mengurus sertifikat lahan yang diberikan pak Presiden. Jadi ancamannya ya terkait itu," katanya.

Terakhir, pada Minggu (20/12) malam, ada juga ancaman yang diterimaya. Ada seseorang yang menyebut mudah mengeksekusinya, yakni dengan bermodalkan sebo atau penutup wajah.

"Ada yang bilang, 'Sebenarnya gampang, cukup pake sebo, ketuk pintu. Ibu orang baik, pasti dibuka pintu dan dipukul saja," katanya.

Nurhayati mengaku tak gentar mendapat ancaman tersebut. Ia berkomitmen untuk tetap menyelesaikan persoalan lahan yang tengah ditanganinya bersama masyarakat.

"Malam saat kejadian sekitar pukul 03.00 WIB, saya mimpi dan terbangun dari tidur. Nggak lama dengar suara ledakan di luar rumah," katanya.

Mendengar ledakan tersebut, Nurhayati dan suami keluar rumah. Terlihat mobil yang parkir di teras rumah telah terbakar.

"Ada ledakan, itulah saya bangun. Bilang suami ada seperti petir, keluarlah. Ternyata mobil di halaman rumah sudah terbakar," katanya.